Renungan hari ini: “DARI KEPAHITAN MENUJU PUJIAN” (Rut 4:14 - TB2)
“DARI KEPAHITAN MENUJU PUJIAN”
Rut 4:14 (TB2) Perempuan-perempuan berkata kepada Naomi, "Terpujilah TUHAN yang tidak meninggalkan engkau sehingga pada hari ini engkau memperoleh seorang penebus. Kiranya anak-anak itu termasyhur di Israel”
Ruth 4:14 (NET) “The village women said to Naomi, “May the Lord be praised because he has not left you without a guardian today! May he become famous in Israel!”
Nas hari ini membahas tema “Dari Kepahitan Menuju Pujian.” Kisah Rut adalah salah satu kisah pemulihan yang paling indah di Alkitab. Namun, jika kita melihat awal ceritanya, kita menemukan Naomi dalam kondisi yang sangat hancur. Ia kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya di tanah asing. Ia pulang ke Betlehem dengan tangan hampa dan hati yang sangat pahit, sampai-sampai ia berkata, "Janganlah panggil aku Naomi (Manis); panggillah aku Mara (Pahit), sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak kepahitan kepadaku" (Rt. 1:20).
Tetapi di pasal 4, suasana berubah total. Ratapan berubah menjadi tarian. Ada tiga pelajaran penting dari ayat ini:
Pertama, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Naomi sempat merasa Tuhan memusuhi dan meninggalkannya. Namun, kesaksian perempuan-perempuan di Betlehem menegaskan hal sebaliknya: "Terpujilah TUHAN yang tidak meninggalkan engkau." Seringkali dalam penderitaan, kita merasa Tuhan absen. Padahal, di balik layar, Tuhan sedang bekerja menyusun kepingan-kepingan hidup kita yang hancur. Tuhan tidak meninggalkan Naomi; Ia hanya sedang mempersiapkan pemulihan yang jauh lebih besar dari yang bisa dibayangkan Naomi.
Kedua, kehadiran Sang Penebus. Anak yang lahir dari Rut dan Boaz (Obed) disebut sebagai "penebus" bagi Naomi. Dalam tradisi Israel, seorang penebus (Go'el) adalah anggota keluarga yang memulihkan nama, harta, dan martabat keluarga yang telah hilang. Tuhan memberikan Naomi seorang cucu yang bukan hanya menghibur hatinya di masa tua, tetapi juga menyambung garis keturunan yang tadinya dianggap sudah mati. Tuhan adalah Allah yang ahli dalam memulihkan apa yang telah hilang dari hidup kita.
Ketiga, pemulihan yang membawa dampak luas. Doa perempuan-perempuan itu adalah agar anak itu "termasyhur di Israel." Tuhan tidak hanya memulihkan Naomi secara pribadi, tetapi Ia menempatkan Naomi dalam rencana keselamatan dunia. Dari keturunan Obed inilah nantinya lahir Daud, dan dari garis Daud lahir Yesus Kristus, Sang Penebus Dunia. Kadang Tuhan mengizinkan kita melewati lembah air mata karena Ia sedang merajut sebuah rencana besar yang dampaknya melampaui hidup kita sendiri.
Apa relevansi nas ini bagi kita?
Pertama, kekuatan dalam menghadapi "Masa Depan yang Suram". Banyak orang saat ini mengalami ketakutan akan masa depan (karena kegagalan ekonomi, duka, atau usia tua yang sepi). Kisah ini relevan untuk meyakinkan kita bahwa Tuhan sanggup mengisi "tangan yang hampa". Naomi pulang dengan kosong, tapi Tuhan mengisinya dengan seorang cucu. Seburuk apa pun situasi hari ini, itu bukanlah akhir jika kita tetap berjalan bersama Tuhan.
Kedua, Tuhan bekerja melalui kebaikan orang lain. Naomi dipulihkan karena kesetiaan Rut dan kebaikan Boaz. Nas ini mengajak kita untuk sadar bahwa Tuhan seringkali memakai "tangan-tangan manusia" untuk menyatakan penyertaan-Nya. Kita diajak untuk peka melihat kehadiran orang-orang di sekitar kita sebagai saluran berkat Tuhan, sekaligus menantang kita untuk menjadi "Rut" atau "Boaz" bagi orang lain yang sedang mengalami kepahitan hidup.
Ketiga, perspektif kekekalan di tengah kehilangan. Kehilangan Naomi (suami dan anak) adalah kehilangan yang sangat nyata dan menyakitkan. Nas ini menunjukkan bahwa penderitaan kita tidak sia-sia. Naomi tidak pernah tahu bahwa cucunya akan menjadi kakek dari Raja Daud. Nas ini menjadi pengingat bahwa Tuhan menggunakan rasa sakit kita untuk tujuan yang lebih besar.Kesetiaan kita di tengah badai mungkin sedang mempersiapkan berkat bagi keturunan kita di masa depan.
Keempat, mengubah fokus dari "Kehilangan" ke "Penyertaan". Dunia mengajarkan kita untuk terus meratapi apa yang hilang. Nas ini adalah panggilan untuk mengubah fokus. Jangan hanya melihat pada "kursi yang kosong" dalam hidup kita, tetapi lihatlah pada Tuhan yang "tidak meninggalkan" kita. Nas ini mengajak kita untuk mulai memuji Tuhan bahkan sebelum pemulihan itu terlihat sepenuhnya.
Apakah hari ini kita sedang merasa seperti "Mara"—pahit, kosong, dan merasa ditinggalkan Tuhan? Belajarlah dari kisah Naomi. Akhir cerita kita belum tertulis seluruhnya. Tetaplah setia dan percayalah bahwa Tuhan yang menyertai Naomi di ladang Betlehem adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita hari ini. Suatu hari nanti, kita pun akan berkata, "Terpujilah TUHAN yang tidak meninggalkan aku." (rsnh)
Selamat berakhir pekan dan besok kita beribadah kepada TUHAN



Komentar
Posting Komentar