Renungan hari ini: “KABAR BAIK DI TENGAH PENINDASAN” (Nahum 1:15 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“KABAR BAIK DI TENGAH PENINDASAN”


 

Nahum 1:15 (TB2) “Lihatlah, Di atas Bukit-bukit langka-langkah orang yang membawa berita, yang mengabarkan damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang durjana tidak akan lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!”

 

Nahum 1:15 (NET) “Look! A herald is running on the mountains! A messenger is proclaiming deliverance: “Celebrate your sacred festivals, O Judah! Fulfill your sacred vows to praise God! For never again will the wicked Assyrians invade you, they have been completely destroyed”

 

Nas hari ini menawarkan “Kabar Baik di Tengah Penindasan.” Kitab Nahum berisi nubuat penghukuman terhadap Niniwe (Asyur), sebuah bangsa yang sangat kejam dan telah lama menindas umat Tuhan. Selama bertahun-tahun, bangsa Yehuda hidup dalam ketakutan, kecemasan, dan tekanan yang luar biasa. Namun, di tengah kegelapan itu, nabi Nahum menyerukan sebuah penglihatan yang menyegarkan: ada seseorang yang berlari di atas bukit-bukit membawa kabar kemenangan.

 

Ada tiga pesan penting dalam nas ini:

 

Pertama, kedatangan Damai Sejahtera (Shalom). Langkah-langkah pembawa berita itu membawa pengumuman bahwa musuh telah dikalahkan. Damai sejahtera bukan sekadar absennya peperangan, tetapi kembalinya tatanan hidup yang harmonis di bawah perlindungan Tuhan. Bagi Yehuda, ini adalah akhir dari masa-masa air mata.

 

Kedua, pemulihan Ibadah. Mengapa Tuhan menyuruh mereka "merayakan hari raya" dan "membayar nazar"? Selama masa penindasan, ibadah mereka mungkin terganggu atau dilakukan dengan hati yang penuh ketakutan. Kini, Tuhan memanggil mereka untuk kembali berfokus kepada-Nya. Kemerdekaan yang Tuhan berikan tujuannya adalah agar kita bisa beribadah kepada-Nya dengan bebas dan penuh syukur.

 

Ketiga, keadilan yang menyeluruh. Kalimat "ia telah dilenyapkan sama sekali" menunjukkan kedaulatan Tuhan atas sejarah. Kejahatan mungkin tampak perkasa untuk sementara waktu, tetapi Tuhan memiliki batas waktu bagi setiap "orang durjana". Pada akhirnya, Tuhanlah yang memegang kendali dan memberikan keadilan bagi mereka yang tertindas.

 

Apa yang perlu direfleksikan dari nas hari ini?

 

Pertama, Injil sebagai Kabar Baik terbesar. Langkah kaki pembawa berita damai sejahtera ini adalah bayangan dari kedatangan Kristus. Di dunia yang penuh dengan berita buruk (perang, krisis, kejahatan), kita memiliki Berita Utama yang tidak pernah berubah: Yesus telah mengalahkan musuh terbesar (dosa dan maut) dan memberikan damai sejahtera yang sejati.

 

Kedua, keadilan bagi yang tertindas. Kita yang saat ini mungkin sedang merasa diperlakukan tidak adil oleh orang lain adalah kepastian bahwa "orang durjana" ada masanya akan dihentikan oleh Tuhan. Kita tidak perlu membalas dendam; kita cukup menjaga hati kita tetap tertuju pada Tuhan.

 

Ketiga, gaya hidup bersyukur (Worship). Di masa sulit, kita sering "libur" bersyukur. Nas ini mengajak kita untuk tetap merayakan kebaikan Tuhan meskipun pemulihan total belum terlihat sepenuhnya secara kasat mata.

 

Nas ini menguatkan kita bahwa sekuat apa pun tekanan "Asyur" dalam hidup kita, Tuhan sedang mengirimkan pembawa berita damai. Karena itu, kemenangan sudah dekat, dan itu adalah waktu bagi kita untuk kembali mengangkat syukur kita kepada-Nya. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar