Renungan hari ini: "BUKAN KEBETULAN, MELAINKAN SEBUAH RANCANGAN AGUNG" (Yeremia 1:5)
Renungan hari ini:
"BUKAN KEBETULAN, MELAINKAN SEBUAH RANCANGAN AGUNG"
Yeremia 1:5 (TB2) "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
Jeremiah 1:5 (NET) “Before I formed you in your mother’s womb I chose you. Before you were born I set you apart. I appointed you to be a prophet to the nations.”
Nas hari ini membahas topik "Bukan Kebetulan, Melainkan Sebuah Rancangan Agung" Banyak orang di dunia ini bergumul dengan pertanyaan tentang identitas dan tujuan hidup: "Siapakah aku? Mengapa aku ada di sini? Apakah kehadiranku memiliki arti?" Dalam panggilannya kepada Yeremia, Tuhan memberikan jawaban yang sangat mendalam yang juga berlaku bagi setiap kita. Ayat ini mengungkapkan tiga tahap kedaulatan Tuhan atas hidup manusia:
Pertama, dikenal sebelum dibentuk ("Aku telah mengenal engkau"). Tuhan menegaskan bahwa sebelum Yeremia ada secara fisik di rahim ibunya, dia sudah ada di dalam pikiran dan hati Tuhan. Kata "mengenal" di sini bukan sekadar tahu nama, melainkan hubungan kasih yang intim. Ini berarti kita bukan produk kebetulan atau kecelakaan biologis. Terlepas dari bagaimana keadaan kelahiran kita di dunia, di mata Tuhan, kita adalah pribadi yang direncanakan dan dicintai bahkan sebelum dunia dijadikan.
Kedua, dikuduskan sejak dalam kandungan ("Aku telah menguduskan engkau")"Menguduskan" berarti memisahkan atau mengkhususkan untuk tujuan tertentu. Sebelum Yeremia melihat dunia, Tuhan sudah memberikan "tanda kepemilikan" di atas hidupnya. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup kita bukanlah milik kita sendiri untuk kita gunakan semau kita. Kita telah "dipisahkan" dari arus dunia ini untuk menjadi milik kepunyaan Tuhan yang berharga. Ada kemuliaan Tuhan yang ditaruh di dalam diri kita sejak awal.
Ketiga, ditetapkan dengan tujuan spesifik ("Aku telah menetapkan engkau") Tuhan tidak hanya menciptakan kita untuk sekadar ada, tetapi untuk melakukan sesuatu. Yeremia ditetapkan menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Meski panggilan setiap orang berbeda—mungkin kita dipanggil menjadi orang tua yang beriman, pekerja yang jujur, guru yang penuh kasih, atau pemimpin yang melayani—prinsipnya tetap sama: Tuhan punya mandat untuk hidup kita. Kehadiran kita di tempat kita berada saat ini bukanlah tanpa alasan.
Sering kali, seperti Yeremia (pada ayat-ayat selanjutnya), kita merasa tidak mampu, terlalu muda, atau tidak punya keahlian. Kita sering melihat kekurangan kita sebagai penghalang bagi rencana Tuhan. Namun, Yeremia 1:5 mengajarkan bahwa panggilan Tuhan tidak didasarkan pada kemampuan kita, melainkan pada ketetapan-Nya.
Jika Tuhan yang membentuk, mengenal, dan menetapkan kita, maka Dia juga yang akan memampukan kita. Berhentilah membandingkan hidup kita dengan orang lain, karena Tuhan memiliki rancangan yang unik dan spesifik untuk kita. Keberadaan kita hari ini adalah bukti bahwa Tuhan masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan melalui hidup kita.
Apa yang menjadi perenungan dari nas hari ini? Berikut adalah 4 poin mendalam yang perlu direnungkan dari ayat tersebut:
Pertama, "Keberadaan yang Direncanakan" "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau..." Keberadaan kita di dunia ini bukanlah sebuah kecelakaan biologis, kebetulan, atau kesalahan waktu. Sebelum orang tua kita memikirkan kita, Tuhan sudah merancang kita. Kata "mengenal" di sini berarti Tuhan telah menjalin hubungan kasih yang intim dengan jiwa kita bahkan sebelum kita memiliki raga.
Kedua, "Kedaulatan Sang Penjunan". "Sebelum Aku membentuk engkau..." Tuhan memakai kata "Membentuk" (seperti seorang penjunan yang membentuk tanah liat). Ini berarti setiap detail dalam diri kita—bakat, ciri fisik, kepribadian, hingga keunikan kita—adalah hasil sentuhan tangan Tuhan. Dia tidak menciptakan produk massal; Dia menciptakan karya seni yang unik.
Ketiga, "Kudus/Dipisahkan untuk Tuhan" "Sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau..." Kata "menguduskan" berarti dipisahkan atau dikhususkan untuk maksud tertentu. Sejak dalam kandungan, Tuhan sudah menaruh "stempel" kepemilikan-Nya atas hidup kita. Hidup kita terlalu berharga untuk dijalani dengan sembarangan atau hanya untuk mengikuti arus dunia. Kita adalah milik kepunyaan Tuhan yang khusus. Jika saya sudah dikuduskan sejak dalam kandungan, apakah gaya hidup dan keputusan-keputusan saya saat ini sudah mencerminkan bahwa saya adalah milik Tuhan yang berharga?
Keempat, "Mandat dan Tujuan Hidup" "Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk sekadar "ada" atau bertahan hidup. Ada kata "menetapkan" atau "menunjuk". Yeremia ditetapkan sebagai nabi, dan kita pun memiliki ketetapan spesifik dari Tuhan di bidang kita masing-masing. Panggilan kita mungkin bukan menjadi nabi secara jabatan, tetapi kita dipanggil untuk membawa pengaruh kerajaan Allah di mana pun kita ditempatkan. Karena itu, ayat ini menghancurkan segala rasa rendah diri (insecurity). Yeremia 1:5 mengajarkan bahwa identitas kita tidak ditentukan oleh apa yang kita lakukan atau apa kata orang, melainkan oleh siapa yang membentuk kita dan apa yang Dia katakan tentang kita. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar