Renungan hari ini: “MELIHAT MELAMPAUI YANG KELIHATAN” (2 Raja-raja 6:16 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“MELIHAT MELAMPAUI YANG KELIHATAN”


 

2 Raja-raja 6:16 (TB2) Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka"

 

2 Kings 6:16 (NET) He replied, “Don’t be afraid, for our side outnumbers them.”

 

Nas hari ini mengajak kita untuk “Melihat Melampaui yang Kelihatan.” Bayangkan kita bangun di pagi hari, membuka jendela, dan melihat seluruh kota dikepung oleh pasukan musuh yang lengkap dengan kuda dan kereta perang. Inilah yang dialami oleh pelayan Elisa. Secara fisik, situasi mereka sudah tamat. Pelayan itu sangat ketakutan dan berseru, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" Namun, respon Elisa sangat tenang dan mengejutkan: "Jangan takut."

 

Ada tiga kebenaran penting yang bisa kita pelajari dari perkataan Elisa ini:

 

Pertama, perbedaan antara mata fisik dan mata iman. Pelayan Elisa hanya melihat pasukan Aram (masalah fisik), sementara Elisa melihat pasukan surgawi (realitas rohani). Masalah sering kali terlihat sangat besar karena kita hanya melihatnya dengan mata fisik. Mata iman tidak mengabaikan adanya masalah, tetapi ia melihat bahwa ada Tuhan yang jauh lebih besar dari masalah tersebut.

 

Kedua, mayoritas surgawi ("Lebih Banyak yang Menyertai Kita"). Logika dunia mengatakan bahwa yang memiliki pasukan lebih banyak adalah pemenangnya. Elisa membalikkan logika ini. Meskipun secara kasat mata mereka hanya berdua, Elisa tahu bahwa mereka didukung oleh bala tentara surga yang tak terhitung jumlahnya. Di dalam Tuhan, Anda tidak pernah menjadi minoritas yang lemah. Bersama Tuhan, Anda selalu berada di pihak pemenang.

 

Ketiga, ketenangan dalam penyertaan Tuhan. Ketakutan adalah hasil dari perasaan "sendirian" menghadapi kesulitan. Elisa bisa tenang karena ia sadar akan penyertaan Tuhan. Ayat selanjutnya menceritakan bagaimana gunung itu penuh dengan kuda dan kereta api di sekeliling Elisa. Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian; Dia selalu mengepung kita dengan perlindungan-Nya, bahkan saat kita tidak merasakannya.


Apa yang menjadi perenungan dari nas hari ini? Berikut adalah poin-poin perenungan mendalam dari nas hari ini:

 

Pertama, realitas jasmani vs. realitas Rohani. Pelayan Elisa melihat pasukan, kuda, dan kereta perang (realitas jasmani). Elisa melihat gunung yang penuh dengan kuda dan kereta api surgawi (realitas rohani). Apa yang kita sebut sebagai "kenyataan" sering kali hanyalah apa yang tertangkap oleh panca indera. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa ada realitas rohani yang jauh lebih nyata dan berkuasa daripada apa yang terlihat. Saat kita melihat "kenyataan" buruk (sakit penyakit, tagihan menumpuk, konflik), ingatlah bahwa itu bukan satu-satunya kenyataan. Ada kuasa Tuhan yang sedang bekerja di balik layar yang tidak 

 

Kedua, makna "Mayoritas" di dalam Tuhan. Secara hitungan manusia, Elisa dan pelayannya kalah jumlah (2 orang melawan satu pasukan besar). Namun Elisa berkata: "Lebih banyak yang menyertai kita." Di dalam Tuhan, kalkulasi matematika dunia tidak berlaku. Satu orang bersama Tuhan adalah mayoritas mutlak. Kita sering merasa takut karena kita merasa "sendirian" atau "kecil." Jangan pernah merasa menjadi minoritas yang lemah selama Anda berjalan bersama Tuhan. Pasukan surgawi tidak pernah lebih sedikit daripada masalah duniawi Anda.

 

Ketiga, ketakutan adalah masalah "Penglihatan." Pelayan itu takut karena dia "melihat" musuh. Elisa tenang karena dia "melihat" Tuhan. Ketakutan sering kali merupakan tanda bahwa fokus pandangan kita sedang salah. Jika kita terus menatap besarnya masalah, kita akan tenggelam dalam kecemasan. Jika kita menatap besarnya Tuhan, kita akan menemukan ketenangan. Jika hari ini kita merasa cemas, tanyakan pada diri sendiri: "Apa yang sedang saya pandangi? Besarnya raksasa di depan saya, atau besarnya Gunung Batu di samping saya?"Ketakutan hilang bukan saat masalahnya hilang, tapi saat penglihatan rohani kita terbuka.

 

Keempat, pertolongan yang sudah ada (Antisipasi Ilahi).

Pasukan surgawi itu sudah ada di sana sebelum pelayan itu melihatnya dan sebelum Elisa berdoa. Tuhan tidak baru mengirim bantuan saat kita berteriak panik. Dia adalah Allah yang antisipatif. Dia sudah mengepung kita dengan perlindungan-Nya bahkan saat kita masih tertidur atau saat kita belum menyadari adanya ancaman Percayalah bahwa saat ini pun, meskipun kita tidak merasakannya, "kereta api surgawi" Tuhan sedang berjaga di sekeliling hidup Anda, keluarga Anda, dan masa depan kita.

 

Kelima, doa untuk membuka mata. Elisa tidak berdoa agar pasukan Aram hilang, tapi ia berdoa agar mata pelayannya dibuka (ay. 17). Sering kali solusi yang kita butuhkan bukanlah perubahan situasi, melainkan perubahan perspektif. Masalah yang sama bisa terlihat mengerikan bagi si pelayan, tapi terlihat kecil bagi Elisa. Dalam doa-doa kita, berhentilah sejenak meminta Tuhan mengubah keadaan, dan mulailah meminta: "Tuhan, buka mataku agar aku bisa melihat penyertaan-Mu di tengah keadaan ini." Penglihatan rohani adalah kunci ketenangan batin.

 

Ketakutan muncul saat kita kehilangan pandangan akan Tuhan dan terlalu fokus pada besarnya tantangan. Hari ini, jika kita merasa "dikepung" oleh masalah ekonomi, kesehatan, atau pergumulan keluarga, dengarlah suara Tuhan melalui Elisa: "Jangan takut." Mintalah Tuhan membuka mata rohani kita agar kita bisa melihat bahwa perlindungan Tuhan atas hidup kita jauh lebih kuat daripada ancaman apa pun di depan kita. Musuh mungkin terlihat mengepung kita, tetapi Tuhan mengepung musuh kita. Karena itu, jangan biarkan apa yang kelihatan menipu imanmu. Berdirilah teguh, karena Dia yang menyertaimu jauh lebih banyak dan lebih kuat daripada apa pun yang melawanmu. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer