Renungan hari ini: “MELEPASKAN KENDALI, MENGANDALKAN TUHAN” (Mazmur 37:5 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“MELEPASKAN KENDALI, MENGANDALKAN TUHAN”


 

Mazmur 37:5 (TB2) “Serahkanlah jalanmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak”

 

Psalms 37:5 (NET) “Commit your future to the Lord! Trust in him, and he will act on your behalf”

 

Nas hari ini mengajak kita untuk “Melepaskan Kendali, Mengandalkan Tuhan.” Salah satu hal tersulit dalam hidup manusia adalah melepaskan kendali. Kita terbiasa merencanakan, mengatur, dan berusaha memastikan segala sesuatu berjalan sesuai keinginan kita. Namun, ketika kenyataan tidak sejalan dengan rencana, kita menjadi cemas, stres, dan takut. Melalui Mazmur yang ditulis oleh Daud ini, Tuhan memberikan sebuah undangan sekaligus janji yang sangat menenangkan.

 

Ada tiga langkah iman yang bisa kita pelajari dari nas ini:

 

Pertama, "Serahkanlah Jalanmu" (Sebuah Tindakan Melepaskan). Kata "serahkan" dalam bahasa aslinya memiliki arti "menggulungkan" atau "memindahkan beban". Bayangkan seseorang yang memikul tas yang sangat berat, lalu ia menggulungkan atau menjatuhkan beban itu ke bahu orang lain yang lebih kuat. Menyerahkan jalan kita berarti berhenti memikul kekhawatiran akan masa depan, karier, keluarga, atau pergumulan kita sendirian. Kita memindahkannya ke "bahu" Tuhan yang mahakuasa.

 

Kedua, "Percayalah kepada-Nya" (Sebuah Sikap Hati). Menyerahkan beban tanpa rasa percaya hanya akan membuat kita mengambil kembali beban itu setelah berdoa. Percaya berarti memiliki keyakinan penuh bahwa Tuhan itu baik, Dia tahu yang terbaik, dan Dia tidak akan membiarkan kita terjatuh. Iman bukanlah percaya bahwa Tuhan akan melakukan apa yang kita mau, melainkan percaya bahwa Tuhan akan melakukan apa yang benar bagi kita.

 

Ketiga, "Maka Ia Akan Bertindak" (Sebuah Janji Kepastian). Ini adalah bagian yang luar biasa. Ketika kita melakukan bagian kita (menyerahkan dan percaya), Tuhan berjanji akan melakukan bagian-Nya (bertindak). Kita sering kali kelelahan karena mencoba "bertindak" di wilayah yang hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan. Ayat ini mengingatkan bahwa campur tangan Tuhan terjadi justru saat kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan mulai bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

 

Apa yang menjadi perenungan dari nas ini? Ada beberapa hal yang menjadi perenungan dari nas ini:

 

Pertama, jawaban bagi "Generasi Cemas". Kita hidup di zaman di mana tingkat kecemasan sangat tinggi karena ketidakpastian masa depan dan tekanan sosial. Relevansi nas ini adalah sebagai "obat" bagi kecemasan. Tuhan menawarkan pertukaran: kita memberikan kekhawatiran kita, dan Dia memberikan tindakan-Nya yang ajaib.

 

Kedua, menghadapi Burnout (Kelelahan Mental). Banyak orang mengalami burnout karena merasa harus menanggung beban seluruh dunia di pundaknya sendiri. Relevansi nas ini adalah pengingat untuk mengambil "istirahat rohani". Kita tidak diciptakan untuk memikul beban hidup sendirian; kita diciptakan untuk berjalan bersama Tuhan.

 

Ketiga, belajar beriman di tengah ketidakpastian ekonomi/politik. Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, sering kali kita tergoda untuk mencari keamanan pada tabungan atau kekuatan manusia. Nas ini relevan untuk mengarahkan kembali fokus kita: bahwa keamanan sejati hanya ada saat kita "menyerahkan jalan kita" kepada Tuhan, karena hanya Dialah yang tetap memegang kendali saat dunia terguncang.

 

Keempat, integritas dalam perencanaan. Bagi mereka yang sedang merintis usaha atau karier, nas ini sangat relevan. Libatkan Tuhan sejak awal. Jangan buat rencana lalu meminta Tuhan memberkatinya, tetapi serahkanlah jalan itu sejak awal, maka Tuhan akan bertindak untuk meluruskan setiap langkah Anda.

 

Apa "jalan" atau rencana yang sedang membuat kita sulit tidur hari ini? Apakah itu masa depan studi, pemulihan hubungan, atau kebutuhan ekonomi? Firman Tuhan hari ini sangat sederhana: Berhentilah menggenggamnya terlalu kuat. Lepaskan kendali itu ke tangan Tuhan. Katakan, "Tuhan, aku tidak sanggup, tapi aku percaya Engkau sanggup." Karena itu, saat kita benar-benar melepaskannya, kita akan merasakan damai sejahtera, karena kita tahu Sang Pemilik Semesta sedang bekerja untuk kita. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer