Renungan hari ini: “KASIH KARUNIA BUKAN LISENSI, MELAINKAN PEMULIHAN” (1 Yohanes 2:1 - TB2)
Renungan hari ini:
“KASIH KARUNIA BUKAN LISENSI, MELAINKAN PEMULIHAN”
1 Yohanes 2:1 (TB2) “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa. Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil”
1 John 2:1 (NET) “My little children, I am writing these things to you so that you may not sin. But if anyone does sin, we have an advocate with the Father, Jesus Christ the righteous One”
Nas hari ini membahas tema “Kasih Karunia Bukan Lisensi, Melainkan Pemulihan.” Rasul Yohanes menuliskan suratnya dengan nada kebapakan yang penuh kasih, menyapa jemaat sebagai "anak-anakku." Dalam satu ayat ini, ia memberikan keseimbangan yang luar biasa antara keadilan Allah dan kasih karunia-Nya.
Ada tiga pesan utama yang harus kita pegang erat agar hidup rohani kita tetap sehat.
Pertama, standar tinggi: Panggilan untuk tidak berbuat dosa. Yohanes menulis, "supaya kamu jangan berbuat dosa." Ini adalah sasaran utama hidup orang percaya. Kasih karunia Tuhan tidak pernah dimaksudkan sebagai alasan atau "tiket" untuk terus hidup dalam kegelapan. Justru karena kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal, kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan. Mengetahui ada pengampunan bukan berarti kita boleh meremehkan dosa; sebaliknya, itu seharusnya membuat kita semakin takut untuk menyakiti hati Tuhan yang begitu baik.
Kedua, realitas manusiawi: Jika kita terjatuh. Yohanes adalah seorang yang realistis. Ia tahu bahwa meskipun kita berusaha, terkadang kita masih bisa jatuh ke dalam kesalahan. Ia tidak berkata, "Jika kamu berbuat dosa, maka habislah kamu." Sebaliknya, ia memberikan pengharapan: "Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara." Kata "pengantara" (Yunani: Parakletos) juga berarti pembela atau advokat. Saat kita jatuh, iblis mungkin mendakwa kita di hadapan Allah, mengingatkan segala kegagalan kita. Namun, di saat yang sama, Yesus berdiri di hadapan Bapa sebagai Pembela kita.
Ketiga, Sang Pembela yang Adil. Yesus adalah pembela yang luar biasa karena Dia "yang adil" (yang benar). Dia tidak membela kita dengan berkata bahwa kita tidak bersalah. Dia membela kita dengan menunjukkan bahwa hukuman atas dosa kita sudah Dia tanggung sepenuhnya di kayu salib. Dia tidak memohon agar Bapa mengabaikan hukum-Nya, tetapi Dia menunjukkan bahwa tuntutan hukum itu sudah dipenuhi melalui darah-Nya. Karena itu, pengampunan-Nya sah secara hukum dan penuh secara kasih.
Apa yang menjadi perenungan dari nas ini? Ada beberapa perenungan dari nas hari ini:
Pertama, melawan "Hyper-Grace" dan "Legalime". Kita harus melawan pemikiran Hyper-Grace: yakni orang yang berpikir "dosa tidak masalah karena sudah diampuni" adalah perintah "jangan berbuat dosa." Juga kita harus melawan pemikiran Legalime yakni orang yang merasa "kalau gagal sedikit saja Tuhan akan mengutuk saya" adalah janji tentang adanya "Pengantara."
Kedua, solusi bagi rasa bersalah yang menghancurkan (Toxic Guilt). Banyak orang saat ini menderita secara mental karena rasa bersalah yang tidak terselesaikan. Nas ini sangat relevan sebagai terapi rohani: Jangan memendam dosa sendirian. Bawalah kepada Pengantara Anda. Ada pemulihan yang nyata di dalam Yesus.
Ketiga, kejujuran dalam komunitas. Di zaman yang serba "pencitraan" ini, kita sering berpura-pura sempurna. Relevansi nas ini adalah mengajak kita menjadi jujur. Mengakui bahwa kita butuh Pengantara berarti mengakui bahwa kita tidak sempurna. Ini membangun komunitas orang percaya yang rendah hati dan saling mendukung, bukan saling menghakimi.
Keempat, integritas di dunia yang serba boleh. Saat dunia mengatakan "semua orang melakukannya" atau "tidak apa-apa selama tidak ada yang tahu," nas ini mengingatkan kita akan panggilan hidup kudus. Relevansinya adalah kita dipanggil untuk memiliki standar yang berbeda dari dunia, karena kita tahu betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan Pengantara kita untuk kita.
Jika kita sedang tergoda untuk berbuat dosa, ingatlah tujuan Firman ini: "supaya jangan kamu berbuat dosa." Jangan kompromi! Namun, jika hari ini kita sedang merasa hancur, terpuruk karena kegagalan masa lalu, dan merasa tidak layak datang kepada Tuhan, ingatlah: Kita memiliki seorang Pengantara. Karena itu, jangan lari dari Tuhan, tetapi larilah kepada Tuhan. Yesus Kristus siap membela dan memulihkan kita. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar