Renungan hari ini: “IDENTITAS BARU UNTUK MISI YANG MULIA” (1 Petrus 2:9 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“IDENTITAS BARU UNTUK MISI YANG MULIA”


 

1 Petrus 2:9 (TB2) “Namin, kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”

 

1 Peter 2:9 (NET) “But you are a chosen race, a royal priesthood, a holy nation, a people of his own, so that you may proclaim the virtues of the one who called you out of darkness into his marvelous light”

 

Nas hari ini mengajak kita untuk melihat “Identitas Baru untuk Misi yang Mulia.” Sering kali dunia mencoba mendefinisikan siapa kita berdasarkan pekerjaan, kekayaan, kegagalan masa lalu, atau apa kata orang tentang kita. Namun, Rasul Petrus memberikan "kartu identitas" yang sangat berbeda bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus. Identitas ini bukan diberikan karena jasa kita, melainkan karena kasih karunia Allah.

 

Ada tiga hal utama yang dapat kita pelajari dari nas ini:

 

Pertama, identitas yang Istimewa (Siapa Kita?) Petrus menyebutkan empat gelar luar biasa bagi orang percaya:

  1. Bangsa yang Terpilih: Kita bukan sebuah kebetulan; kita dipilih sengaja oleh Tuhan.
  2. Imamat yang Rajani: Kita memiliki akses langsung kepada Tuhan (seperti imam) dan memiliki otoritas sebagai anak-anak Raja Segala Raja.
  3. Bangsa yang Kudus: Kita dikhususkan dan dipisahkan dari cara hidup dunia untuk maksud-maksud Tuhan.
  4. Umat Allah Sendiri: Kita adalah milik kesayangan Tuhan. Allah mengklaim Anda sebagai milik-Nya yang berharga.

 

Kedua, transformasi yang nyata (Dari mana kita berasal?). Kita adalah orang-orang yang telah "dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."Kegelapan melambangkan dosa, keputusasaan, dan hidup tanpa arah. Terang melambangkan kebenaran, pengharapan, dan hadirat Tuhan. Mengingat dari mana kita berasal seharusnya membuat kita rendah hati dan penuh syukur. Kita tidak lagi hidup dalam bayang-bayang masa lalu, karena terang Kristus telah memulihkan kita.

 

Ketiga, misi yang jelas (Untuk apa kita ada?). Tuhan memberikan identitas istimewa itu bukan untuk kita nikmati sendiri. Ada kata "supaya"dalam ayat ini. Tujuan kita dipilih adalah untuk "memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia." Hidup kita adalah sebuah "iklan" atau saksi tentang kebaikan Tuhan. Melalui perkataan, karakter, dan tindakan kita, orang lain seharusnya bisa melihat betapa hebatnya Tuhan yang kita sembah.


Apa yang menjadi perenungan dari nas Ini? Ada beberapa perenungan dari nas ini:

 

Pertama, harga diri di dalam Kristus. Perenungannya adalah tentang sumber kepercayaan diri kita. Jika kita merasa rendah diri, itu mungkin karena kita melihat diri sendiri melalui kacamata dunia, bukan kacamata Tuhan.

 

Kedua, akses dan otoritas. Sebagai "imamat yang rajani", kita diingatkan bahwa kita tidak lagi membutuhkan perantara untuk datang kepada Tuhan. Kita punya hak istimewa untuk berdoa dan membangun hubungan intim dengan-Nya kapan saja.

 

Ketiga, hidup yang berbeda (Kudus). Menjadi "kudus" berarti berbeda. Perenungannya: Dalam hal apa hidup saya terlihat berbeda dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan? Apakah nilai-nilai hidup saya masih sama dengan dunia, atau sudah seturut Firman-Nya?

 

Keempat, tugas penginjilan hidup. Memberitakan perbuatan Tuhan tidak selalu berarti berkhotbah di mimbar. Perenungannya adalah bagaimana keseharian kita (saat menghadapi masalah, saat sukses, saat kecewa) bisa menceritakan tentang Tuhan kepada orang lain.

 

Jika hari ini kita merasa tidak berharga atau kehilangan arah, bacalah kembali ayat ini. Kita adalah milik Allah yang sangat berharga. Namun ingatlah, identitas kita membawa tanggung jawab. Hiduplah sebagai orang yang sudah berada di dalam "terang". Karena itu, biarlah integritas kita di tempat kerja, kasih kita di dalam keluarga, dan ketulusan kita dalam berteman menjadi cara kita memberitakan perbuatan besar Tuhan kepada dunia. (rsnh)

 

Selamat berakhir pekan dan besok kita beribadah untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer