Renungan hari ini: “FOKUS PADA PENYERTAAN TUHAN, BUKAN PADA RAKSASA” (Bilangan 14:9)
“FOKUS PADA PENYERTAAN TUHAN, BUKAN PADA RAKSASA”
Bilangan 14:9 (TB2) “Hanya saja janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka"
Numbers 14:9 (NET) “Only do not rebel against the Lord, and do not fear the people of the land, for they are bread for us. Their protection has turned aside from them, but the Lord is with us. Do not fear them!”
Nas hari ini mengajak kita untuk “Fokus pada Penyertaan TUHAN, Bukan pada Raksasa.” Konteks ayat ini adalah saat bangsa Israel berada di ambang pintu tanah perjanjian. Sepuluh pengintai membawa kabar buruk yang membuat seluruh bangsa ketakutan; mereka melihat raksasa dan kota-kota berkubu yang mustahil dikalahkan. Namun, Yosua dan Kaleb tampil dengan suara yang berbeda. Mereka tidak menyangkal adanya raksasa, tetapi mereka memilih untuk melihat raksasa itu dari perspektif kuasa Allah.
Ada tiga hal penting yang bisa kita pelajari dari seruan iman Yosua dan Kaleb:
Pertama, ketakutan adalah bentuk pemberontakan. Yosua dan Kaleb menghubungkan "pemberontakan" dengan "ketakutan." Mengapa? Karena ketakutan yang berlebihan sering kali berakar pada ketidakpercayaan kita terhadap janji Tuhan. Ketika kita lebih percaya pada besarnya masalah daripada besarnya kuasa Tuhan, kita sedang "memberontak" terhadap kedaulatan-Nya. Iman berarti memilih untuk tunduk pada janji Allah daripada tunduk pada intimidasi situasi.
Kedua, musuh tanpa perlindungan. Kalimat "Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka" sangat luar biasa. Secara fisik, bangsa Kanaan tampak kuat dan terlindungi. Namun, secara rohani, mereka kosong karena perlindungan ilahi telah ditarik dari mereka. Sebaliknya, orang percaya memiliki perlindungan yang tidak terlihat namun tak terkalahkan. Dunia mungkin terlihat mengintimidasi, tetapi tanpa penyertaan Tuhan, segala kekuatan duniawi hanyalah "makanan" bagi orang-orang yang berjalan bersama Allah.
Ketiga, kunci Keberanian: "TUHAN Menyertai Kita". Satu-satunya alasan mengapa Yosua dan Kaleb tidak takut bukanlah karena mereka merasa lebih kuat atau lebih hebat dari musuh, melainkan karena satu fakta sederhana: "TUHAN menyertai kita."Kehadiran Tuhan adalah variabel yang mengubah segalanya. Dengan Tuhan, masalah yang terlihat seperti "raksasa" akan berubah menjadi "roti" (dalam bahasa aslinya, "mereka adalah roti bagi kita"), sesuatu yang justru akan menguatkan iman kita saat kita berhasil melewatinya.
Apa yang menjadi perenungan dari nas ini? Berikut adalah poin-poin perenungan mendalam dari ayat tersebut:
Pertama, ketidakterpercayaan adalah pemberontakan. Yosua dan Kaleb memperingatkan: "Janganlah memberontak kepada TUHAN." Kita sering menganggap pemberontakan adalah melakukan dosa moral yang besar. Namun, dalam konteks ini, pemberontakan adalah menolak untuk percaya pada janji Tuhan. Ketika Tuhan berkata "Aku memberikan negeri itu kepadamu," namun kita berkata "Kami tidak mampu," kita sebenarnya sedang meragukan integritas dan kuasa Tuhan. Ketakutan yang membuat kita berhenti melangkah di jalan Tuhan adalah sebuah bentuk pemberontakan halus.
Kedua, mengubah masalah menjadi "Roti" (Bread). Dalam bahasa aslinya, frasa "mereka akan kita telan habis" sebenarnya berarti "mereka adalah roti bagi kita" (bahasa Inggris: they are our bread). Ini adalah perspektif yang radikal. Roti adalah sesuatu yang dikonsumsi untuk memberi energi dan kekuatan. Yosua dan Kaleb berkata bahwa tantangan dan musuh (raksasa) yang mereka hadapi tidak akan menghancurkan mereka, melainkan justru akan menguatkan mereka. Setiap masalah yang kita hadapi bersama Tuhan bukan hanya untuk diselesaikan, tetapi untuk "dimakan" agar iman kita tumbuh lebih kuat. Masalah adalah nutrisi bagi pertumbuhan rohani kita.
Ketiga, realitas rohani vs. penampilan fisik. "Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka." Secara fisik, orang Kanaan punya tembok tinggi dan tubuh raksasa. Tapi secara rohani, perlindungan (bayangan) mereka sudah hilang. Dunia sering kali tampak sangat mengintimidasi dengan kekuasaan, uang, dan kekuatan fisiknya. Namun, perenungannya adalah: Segala sesuatu yang tampaknya kuat di dunia ini sebenarnya rapuh jika Tuhan tidak menyertainya. Sebaliknya, kita yang mungkin terlihat kecil secara fisik, menjadi tak terkalahkan karena memiliki perlindungan ilahi. Jangan terpaku pada apa yang terlihat oleh mata, tetapi percayalah pada apa yang Tuhan katakan tentang situasi tersebut.
Keempat, penyertaan Tuhan adalah "Faktor Pembeda". "Sedang TUHAN menyertai kita." Inilah kunci dari segala keberanian. Yosua dan Kaleb tidak sombong akan kekuatan militer mereka. Fokus mereka bukan pada diri sendiri (self-confidence), melainkan pada penyertaan Tuhan (God-confidence). Jika Tuhan yang menciptakan alam semesta ada di pihak kita, maka kalkulasi matematika manusia tentang "siapa yang lebih kuat" menjadi tidak relevan. Kehadiran Tuhan mengubah kemustahilan menjadi kepastian.
Kelima, larangan untuk takut yang berulang. Dua kali dalam ayat ini ditekankan: "Janganlah takut."Ketakutan adalah emosi manusiawi yang wajar, tetapi Tuhan melarang kita dikendalikan oleh ketakutan tersebut. Ketakutan menutup mata kita terhadap penyertaan Tuhan dan membesarkan ukuran masalah. Menolak untuk takut adalah sebuah keputusan kehendak (act of will) berdasarkan pengenalan kita akan siapa Tuhan kita.
Masalah yang kita hadapi mungkin nyata dan besar, seperti raksasa bagi bangsa Israel. Namun, jangan biarkan raksasa itu menutupi pandangan kita terhadap Tuhan. Berhentilah memberontak melalui keraguanmu. Ingatlah bahwa masalahmu tidak memiliki perlindungan ilahi, sedangkan kita memilikinya. Jangan takut, sebab Tuhan menyertai kita! Musuh kita mungkin besar, tapi mereka tidak punya perlindungan. Kita mungkin kecil, tapi Tuhan menyertai kita. Karena itu, jangan fokus pada ukuran raksasa di depanmu, fokuslah pada ukuran Tuhan yang ada di sampingmu. Masalahmu bukanlah musuhmu, itu adalah "makanan" yang akan membuat imanmu makin dewasa. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar