Renungan hari ini: "MENGENAL SANG PENOPANG DAN PENYELAMAT JIWA" (Ibrani 1:3)

 Renungan hari ini:

 

"MENGENAL SANG PENOPANG DAN PENYELAMAT JIWA"


 

Ibrani 1:3 (TB2) "Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar keberadaan Allah yang sesungguhnya dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi"

 

Hebrews 1:3 (NET) "The Son is the radiance of his glory and the representation of his essence, and he sustains all things by his powerful word, and so when he had accomplished cleansing for sins, he sat down at the right hand of the Majesty on high"

 

Nas hari ini membahas topik "Mengenal Sang Penopang dan Penyelamat Jiwa." Penulis surat Ibrani membuka kitabnya dengan sebuah proklamasi yang luar biasa tentang siapa Yesus Kristus. Di tengah dunia yang sering kali meragukan identitas Yesus, ayat ini merangkum tiga peran krusial Kristus yang memberikan kita pengharapan dan rasa aman.

 

Yesus disebut sebagai "cahaya kemuliaan Allah" dan "gambar keberadaan Allah yang sesungguhnya." Seperti cahaya matahari yang tidak terpisahkan dari matahari itu sendiri, demikianlah Yesus dan Bapa. Jika kita ingin tahu seperti apa Allah, lihatlah Yesus. Melalui Yesus, Allah yang tak terlihat menjadi nyata, Allah yang jauh menjadi dekat, dan Allah yang kudus menjadi pribadi yang dapat kita kenal.

 

Sering kali kita merasa dunia ini sedang kacau dan tak terkendali. Namun, firman Tuhan berkata bahwa Kristus "menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan." Alam semesta, sejarah manusia, bahkan setiap embusan napas kita berada dalam topangan-Nya. Ia bukan sekadar Pencipta yang membiarkan ciptaan-Nya berjalan sendiri; Ia adalah Sang Penopang yang menjaga agar segalanya tetap pada tempatnya. Jika Ia mampu menopang seluruh galaksi dengan firman-Nya, Ia pasti mampu menopang beban hidup Anda.

 

Setelah memaparkan kebesaran-Nya sebagai Allah dan Penopang, ayat ini membawa kita ke titik yang sangat pribadi: "Ia selesai mengadakan penyucian dosa." Tugas penyelamatan itu bukan lagi "sedang dikerjakan," melainkan sudah "selesai." Setelah karya penebusan itu tuntas di kayu salib, Ia "duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar." Di dalam budaya kuno, duduk setelah bekerja berarti tugas telah selesai sepenuhnya, dan duduk di sebelah kanan berarti menduduki posisi otoritas tertinggi.

 

Apa yang menjadi perenungan dari nas hari ini? Berikut adalah 4 poin perenungan mendalam dari ayat tersebut:

 

Pertama, Kemuliaan Kristus (Identitas yang Tak Terbantahkan). "Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar keberadaan Allah yang sesungguhnya..." Penulis Ibrani menggunakan istilah yang sangat kuat. Yesus bukan sekadar "cerminan" yang memantulkan cahaya, tetapi Ia adalah "cahaya" itu sendiri (seperti sinar matahari yang tidak bisa dipisahkan dari matahari). Ia adalah wujud nyata dari Allah yang tidak terlihat.

 

Kedua, Keamanan di Tangan-Nya (Kuasa yang Menopang). "...dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan." Kata "menopang" (pheron) dalam bahasa Yunani bukan berarti sekadar memegang benda mati agar tidak jatuh, melainkan membawa segala sesuatu bergerak maju menuju tujuannya. Seluruh alam semesta, sejarah manusia, dan detail hidup Anda tidak berjalan secara acak atau kebetulan. Semuanya sedang "dibawa" oleh otoritas firman Yesus.

 

Ketiga, Karya yang sudah selesai (Kepastian Pengampunan). "Setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa..."Perhatikan kata "selesai". Dalam Bait Allah di Perjanjian Lama, para imam tidak pernah duduk saat bertugas karena pekerjaan mereka menyembelih kurban tidak pernah selesai. Namun, Yesus mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk selamanya. Karya penyelamatan kita bukan lagi sedang dikerjakan, tetapi sudah tuntas.

 

Keempat, Otoritas Tertinggi (Kristus yang Bertakhta). "...Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi." Yesus "duduk". Ini adalah posisi kemenangan dan otoritas. "Sebelah kanan" melambangkan posisi kekuasaan tertinggi di alam semesta. Yesus tidak lagi berada di kayu salib atau di dalam kubur; Ia berada di takhta. Tidak ada kuasa gelap, masalah ekonomi, atau penyakit yang lebih tinggi daripada takhta tempat Yesus duduk.

 

Ibrani 1:3 mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Penyataan Allah (mengenalkan kita kepada Bapa), Penopang Semesta (menjaga hidup kita), Penyuci Dosa (memberi kita masa depan), dan Raja yang Bertakhta (menjamin kemenangan kita). Karena iut, hidup kita aman karena Pribadi yang menopang galaksi adalah Pribadi yang sama yang telah menyucikan dosa kita. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer