Renungan hari ini: "IMAN YANG AKTIF: MENEMUKAN KEBAIKAN KRISTUS DALAM SESAMA" (Filemon 1:6)

 Renungan hari ini:

 

"IMAN YANG AKTIF: MENEMUKAN KEBAIKAN KRISTUS DALAM SESAMA"


 

Filemon 1:6 (TB2) "Aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus"

 

Philemon 1:6 (NET) "I pray that the faith you share with us may deepen your understanding of every blessing that belongs to you in Christ"

 

Nas hari ini berbicara mengenai "Iman yang Aktif: Menemukan Kebaikan Kristus dalam Sesama." Surat Filemon adalah surat yang sangat pribadi dari Rasul Paulus. Filemon adalah seorang sahabat yang memiliki iman yang kuat, namun ia sedang menghadapi ujian berat: bagaimana bersikap terhadap Onesimus, budaknya yang dulu melarikan diri tetapi kini telah menjadi Kristen. Di tengah situasi yang pelik ini, Paulus menaikkan doa yang sangat mendalam dalam ayat ke-6.

 

Ada tiga hal penting yang dapat kita pelajari dari nas ini:

 

Pertama, iman harus berbagi (Koinonia). Kata "persekutuan" dalam bahasa Yunani adalah koinonia, yang berarti berbagi, berpartisipasi, atau kemitraan. Paulus tidak menginginkan iman Filemon hanya menjadi konsumsi pribadi antara dia dan Tuhan saja. Iman yang sejati harus diekspresikan dalam hubungan dengan orang lain. Iman kita baru benar-benar "bekerja" ketika kita mulai berbagi hidup, berbagi kasih, dan berbagi pengampunan dengan sesama anggota tubuh Kristus.

 

Kedua, iman yang aktif menghasilkan pengetahuan yang benar. Paulus berdoa agar persekutuan iman itu "turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik." Ini unik; biasanya kita berpikir pengetahuan datang dari membaca buku. Namun di sini, pengetahuan akan kebaikan Tuhan justru datang dari pengalaman memprak-tikkan iman. Saat kita mengampuni orang yang bersalah, kita baru benar-benar "tahu" betapa baiknya pengampunan Tuhan. Saat kita bermurah hati, kita baru benar-benar "mengerti" kekayaan anugerah-Nya. Persekutuan iman adalah "laboratorium" di mana kita mengenal karakter Tuhan secara nyata.

 

Ketiga, tujuannya adalah Kristus (Untuk Kristus). Segala kebaikan yang kita lakukan dalam persekutuan—baik itu keramah-tamahan, pengampunan, maupun bantuan materi—tujuannya bukan agar kita dipuji atau agar organisasi kita besar. Tujuannya adalah "untuk Kristus." Setiap tindakan iman kita seharusnya menjadi cermin yang memantulkan kemuliaan Kristus kepada dunia. Kebersamaan kita sebagai orang percaya harus membuat Kristus semakin dikenal dan dipermuliakan.

 

Apa yang menjadi perenungan dari nas ini? Berikut adalah 4 poin perenungan mendalam dari ayat tersebut:

 

Pertama, makna "Persekutuan dalam Iman". Iman kepada Kristus tidak dirancang untuk dinikmati sendirian. Kita dipanggil untuk masuk dalam "kemitraan" dengan orang percaya lainnya. Iman Anda baru menjadi "aktif" dan "berkuasa" ketika Anda mulai berbagi kasih, tenaga, dan pengampunan dengan sesama anggota tubuh Kristus.

 

Kedua, "Tindakan Iman Membuka Mata Rohani". Paulus berdoa agar persekutuan iman itu "turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik." Ini adalah prinsip rohani yang unik: Kita tidak belajar tentang kebaikan Tuhan hanya dengan membaca buku, tetapi dengan mempraktikkan iman. Ketika Filemon belajar mengampuni Onesimus, ia akan mendapatkan "pengetahuan" baru tentang betapa besarnya pengampunan Kristus. Saat kita bermurah hati, kita baru benar-benar "tahu" bahwa Tuhan adalah pemelihara kita. Pengetahuan rohani yang sejati lahir dari ketaatan untuk melayani sesama.

 

Ketiga, "Hal-Hal Baik" yang sudah ada di dalam kita. Frasa "pengetahuan akan yang baik di antara kita" mengingatkan bahwa di dalam diri orang percaya sudah ada investasi surgawi (kasih, damai sejahtera, kemampuan mengampuni). Sering kali kita merasa diri kita buruk atau tidak punya apa-apa untuk diberikan. Namun, Paulus mengatakan bahwa di dalam persekutuan, kita akan menyadari ada banyak "hal baik" yang sudah Kristus taruh di dalam diri kita. Persekutuan membantu kita mengenali potensi dan anugerah Tuhan yang mungkin tidak kita sadari saat sendirian.

 

Keempat, tujuan akhirnya: "Untuk Kristus". Segala tindakan kasih, persekutuan, dan pengetahuan akan hal-hal baik itu memiliki muara yang satu: Untuk Kristus. Kita mengampuni bukan supaya kita dianggap orang suci. Kita membantu orang lain bukan supaya nama kita harum. Semuanya dilakukan agar Kristus dipermuliakan. Jika persekutuan iman kita tidak membuat orang lain melihat Kristus, maka persekutuan itu telah kehilangan esensinya.

 

Seringkali kita merasa sudah beriman hanya karena kita rajin berdoa sendiri atau membaca Alkitab sendiri. Namun, Filemon 1:6 menantang kita: Apakah iman kita sudah berdampak dalam persekutuan?

 

Dalam konteks Filemon, itu berarti menerima kembali orang yang pernah mengecewakannya (Onesimus) sebagai saudara. Dalam konteks kita hari ini, itu mungkin berarti:

  • Membuka hati untuk berdamai dengan seseorang di gereja atau komunitas.
  • Aktif terlibat dalam kelompok kecil untuk saling menguatkan.
  • Melihat "hal baik" yang Tuhan taruh di dalam diri saudara seiman kita, daripada terus fokus pada kekurangan mereka.

Ketika kita mulai aktif mengasihi dan melayani sesama, di situlah kita akan semakin mengenal betapa luar biasanya kebaikan Tuhan yang ada di dalam hidup kita. Karena itu, Filemon 1:6 mengajarkan bahwa iman yang aktif adalah iman yang berbagi. Iman yang berbagi akan membawa kita pada pengenalan yang lebih dalam tentang kebaikan Tuhan, yang pada akhirnya akan meninggikan nama Yesus Kristus. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer