Renungan hari ini: “KRISTUS: WAJAH ALLAH YANG NYATA” (Kolose 1:15)
Renungan hari ini:
“KRISTUS: WAJAH ALLAH YANG NYATA”
Kolose 1:15 (TB2) "Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan"
Colossians 1:15 (NET) "He is the image of the invisible God, the firstborn over all creation"
Nas hari ini berbicara mengenai “Kristus: Wajah Allah yang Nyata.” Pernahkah kita merasa bahwa Allah itu terasa sangat jauh, abstrak, atau sulit untuk dipahami? Sebagai manusia yang terbatas, kita sering kesulitan membayangkan sosok Allah yang tidak kelihatan, yang melampaui ruang dan waktu. Namun, Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Kolose memberikan jawaban yang luar biasa: Jika kita ingin tahu seperti apa Allah itu, lihatlah Yesus Kristus.
Ada dua poin penting yang bisa kita pelajari dari ayat ini:
Pertama, Yesuslah "Gambar Allah yang Tidak Kelihatan" Kata "gambar" (bahasa Yunani: Eikon) bukan sekadar kemiripan biasa seperti foto, melainkan perwujudan yang sempurna. Yesus Kristuslah "jendela" di mana kita bisa melihat hati Allah. Melalui Yesus, Allah yang tidak kelihatan itu menjadi nyata. Ketika Yesus mengampuni, kita melihat pengampunan Allah. Ketika Yesus menyembuhkan yang sakit, kita melihat belas kasihan Allah. Ketika Yesus mati di kayu salib, kita melihat kasih Allah yang paling dalam bagi manusia.Kita tidak lagi perlu meraba-raba dalam kegelapan untuk mencari tahu siapa Allah, karena Kristus telah menyatakannya.
Kedua, Yesuslah "Yang Sulung, Lebih Utama dari Segala yang Diciptakan" Istilah "yang sulung" di sini bukan berarti Yesus adalah ciptaan yang pertama kali dibuat. Dalam budaya Alkitab, "anak sulung" berbicara tentang status, hak waris, dan otoritas. Kristus ada sebelum segala sesuatu ada. Dia bukan bagian dari alam semesta yang diciptakan, melainkan Dialah sang Pencipta yang memegang kendali atas segalanya. Dia memiliki posisi tertinggi dan terutama.
Sering kali kita menempatkan banyak hal sebagai yang "utama" dalam hidup kita: karier, keluarga, hobi, atau kekhawatiran kita. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa Kristuslah yang seharusnya memegang posisi utama tersebut. Karena Dia adalah gambar Allah yang nyata dan penguasa atas segala ciptaan, maka Dialah yang paling layak menerima pengabdian kita.
Mengenal Yesus berarti mengenal Allah. Mengikuti Yesus berarti menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Sang Pencipta. Ketika hidup kita berfokus pada Kristus, kita tidak akan kehilangan arah, karena kita sedang memkitang kepada "Gambar Allah" yang sejati.
Apa yang perlu direnungkan dari nas hari ini? Dari ayat ini ada beberapa poin mendalam yang sangat penting untuk kita renungkan dalam kehidupan rohani kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu direnungkan:
Pertama, kita harus mengenal Allah dengan baik. "Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan..."Allah adalah Roh, Dia tidak terbatas dan tidak kelihatan oleh mata manusia. Namun, dalam Yesus Kristus, Allah yang "abstrak" itu menjadi "konkret" dan nyata. Jika Kita merasa sulit membayangkan seperti apa Allah itu, atau merasa Dia sangat jauh, lihatlah Yesus. Cara Yesus mengasihi orang berdosa, cara Dia mengajar, dan pengorbanan-Nya adalah "wajah" Allah yang bisa kita lihat. Apakah kita sudah tekun mempelajari hidup Yesus di Injil untuk benar-benar mengenal siapa Allah yang kita sembah?
Kedua, pemulihan gambar diri kita. Sebagai manusia, kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi gambar itu rusak karena dosa. Yesus adalah "Gambar Allah" yang sempurna. Mengikuti Yesus bukan sekadar menaati peraturan, melainkan proses "pemulihan gambar diri". Semakin kita dekat dengan Yesus, semakin kita diubahkan menjadi serupa dengan Gambar Allah yang sejati itu. Bagian mana dari karakter kita yang hari ini masih belum mencerminkan "Gambar Allah" tersebut?
Ketiga, makna "Yang Sulung" (Otoritas dan Hak Waris). Istilah "Yang Sulung" (Prototokos) dalam budaya Alkitab bukan berarti Yesus adalah ciptaan yang paling pertama, melainkan menunjukkan status hukum dan kehormatan tertinggi. Anak sulung adalah pewaris utama dan penguasa atas rumah tangga ayahnya. Jika Yesuslah "Yang Sulung" atas segala ciptaan, artinya Dia memiliki hak milik atas hidup kita, keluarga kita, dan dunia ini. Apakah kita sudah mengakui hak milik-Nya atas hidup kita, atau kita masih merasa bahwa hidup ini adalah milik kita sepenuhnya?
Keempat, Kristus sebagai Yang Terutama. "...lebih utama dari segala yang diciptakan."Ayat ini menegaskan bahwa Yesus berada di atas segala galaksi, segala pemerintah, segala masalah, dan segala ambisi manusia. Seringkali kita terjebak menjadikan berkat-Nya (pekerjaan, pasangan, hobi) lebih utama daripada Sang Pencipta itu sendiri. Jika Kristus adalah yang terutama di alam semesta, Dia juga harus menjadi yang terutama di hati kita.
Karena Yesus lebih utama dari segala yang diciptakan, maka tidak ada satu kuasa pun di dunia ini (penyakit, krisis ekonomi, atau ketakutan masa depan) yang lebih besar daripada Dia. Jika Sang "Gambar Allah" yang memegang kendali atas segala ciptaan itu ada di pihak kita, apa yang perlu kita takuti? Karena itu, renungkanlah bahwa masalah kita, sebesar apa pun itu, tetap berada di bawah otoritas Kristus yang lebih utama dari segalanya. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar