Renungan hari ini: "PEMBENARAN MELALUI IMAN, BUKAN OLEH HUKUM TAURAT" (Galatia 2:16)
Renungan hari ini:
"PEMBENARAN MELALUI IMAN, BUKAN OLEH HUKUM TAURAT"
Galatia 2:16 (TB2) "Kita tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi melalui iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu, kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Sebab, "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat"
Galatians 2:16 (NET) "Yet we know that no one is justified by the works of the law but by the faithfulness of Jesus Christ. And we have come to believe in Christ Jesus, so that we may be justified by the faithfulness of Christ and not by the works of the law, because by the works of the law no one will be justified"
Nas hari ini membahas tema "Pembenaran Melalui Iman, Bukan oleh Hukum Taurat." Dalam Galatia 2:16, Paulus menegaskan dengan jelas bahwa pembenaran di hadapan Tuhan tidak datang karena usaha manusia dalam menaati hukum Taurat, melainkan hanya melalui iman kepada Yesus Kristus. Ayat ini adalah inti dari pengajaran Paulus kepada jemaat Galatia yang sempat bingung mengenai cara memperoleh pembenaran di hadapan Allah. Sebagian dari mereka dipengaruhi oleh ajaran yang menekankan bahwa pembenaran hanya bisa diperoleh melalui hukum Taurat, khususnya sunat dan peraturan-peraturan lainnya. Namun, Paulus mengingatkan kita bahwa pembenaran hanya datang melalui iman dalam Kristus, bukan dari usaha kita sendiri.
Renungan ini akan menggali lebih dalam tentang pembenaran melalui iman yang merupakan inti dari keselamatan Kristen, serta bagaimana hal ini memberi kita kebebasan dan pengharapan dalam hidup kita sehari-hari.
Paulus menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. Hukum Taurat adalah kumpulan peraturan dan perintah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel melalui Musa, yang mencakup segala aspek kehidupan mereka, baik hukum moral, sosial, maupun ritual. Meskipun hukum Taurat adalah firman Tuhan yang kudus dan sempurna, hukum tersebut tidak dapat memberikan pembenaran kepada manusia, karena tidak ada seorang pun yang dapat sempurna dalam menaati hukum tersebut.
Paulus kemudian menyatakan bahwa kita dibenarkan melalui iman dalam Kristus Yesus. Pembenaran ini adalah suatu tindakan Allah yang menyatakan kita benar di hadapan-Nya, bukan karena perbuatan kita, tetapi karena iman kita kepada Yesus Kristus, yang telah menyelesaikan pekerjaan keselamatan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Paulus menegaskan lagi bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. Ini berarti bahwa pembenaran bukanlah hasil dari usaha manusia, seperti menjaga peraturan atau melakukan kewajiban agama. Pembenaran adalah pemberian kasih karunia Tuhan yang diberikan kepada kita, yang hanya bisa kita terima melalui iman kepada Kristus.
Dengan menerima pembenaran melalui iman dalam Kristus, kita juga menerima kebebasan. Kebebasan ini bukan kebebasan untuk berbuat dosa, tetapi kebebasan dari peraturan-peraturan yang menuntut kesempurnaan untuk dibenarkan di hadapan Tuhan. Iman dalam Kristus membebaskan kita dari beban peraturan agama yang menekan dan memungkinkan kita untuk hidup dalam kasih karunia dan kebenaran yang datang dari-Nya.
Pembenaran melalui iman dalam Kristus tidak hanya merupakan dasar dari keselamatan, tetapi juga dasar untuk hidup yang baru. Ketika kita mengerti bahwa kita dibenarkan bukan karena usaha kita, tetapi karena iman kepada Kristus, maka kita belajar untuk hidup dengan kerendahan hati, berbelas kasih, dan dalam rasa syukur. Kita tidak lagi terjebak dalam upaya untuk membuktikan diri kita di hadapan Tuhan atau orang lain, tetapi kita hidup untuk memuliakan Tuhan karena anugerah-Nya yang melimpah.
Apa yang perlu direnungkan nas hari ini? Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita renungkan dari ayat ini:
Pertama, pembenaran tidak diperoleh melalui Hukum Taurat. Paulus mengingatkan bahwa hukum Taurat, yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel, bukanlah cara untuk memperoleh pembenaran di hadapan Tuhan. Hukum Taurat memang mengandung petunjuk hidup yang baik dan benar, tetapi tidak ada satu pun manusia yang dapat sepenuhnya memenuhi tuntutan hukum tersebut. Penyucian dosa dan pembenaran di hadapan Allah tidak dapat dicapai dengan usaha manusia untuk menaati hukum, karena manusia jatuh dalam dosa dan tidak bisa memenuhi standar kesucian Allah. Ketika kita merenungkan ayat ini, kita diingatkan untuk tidak bergantung pada perbuatan kita sendiri atau usaha kita dalam menaati hukum agama untuk mendapatkan keselamatan. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha untuk menjadi baik, kita tetap membutuhkan kasih karunia Tuhan yang datang melalui Yesus Kristus.
Kedua, iman dalam Kristus yang membenarkan kita. "Melalui iman dalam Kristus Yesus" adalah kunci dari pembenaran yang dimaksudkan oleh Paulus. Kita dibenarkan bukan karena perbuatan baik kita atau usaha kita dalam mematuhi hukum, tetapi karena iman kita kepada Kristus. Iman kepada Kristus adalah keyakinan kita bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat kita, yang telah mati di salib untuk menebus dosa-dosa kita dan membenarkan kita di hadapan Allah. Dengan percaya pada-Nya, kita menerima pengampunan dan pembenaran yang hanya bisa datang melalui karya Kristus.
Ketiga, tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh Hukum Taurat. Paulus dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. Ini adalah peringatan bagi mereka yang masih bergantung pada usaha manusia dalam memenuhi hukum atau merasa bahwa keselamatan tergantung pada seberapa baik kita mengikuti aturan agama. Meskipun hukum Taurat baik dan memberi petunjuk hidup yang benar, hukum tidak dapat menyelamatkan. Keselamatan adalah anugerah Tuhan, yang diberikan hanya melalui iman dalam Kristus.
Keempat, menghargai kasih Karunia Allah. Dengan mengingat bahwa pembenaran datang hanya melalui iman dalam Kristus, kita dipanggil untuk hidup dengan rasa syukur yang besar atas kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah pemberian Tuhan yang tidak bisa kita peroleh dengan usaha atau perbuatan kita. Itu adalah pemberian yang murni dari Tuhan yang penuh belas kasihan. Iman kepada Kristus adalah jawaban kita terhadap anugerah Tuhan yang tak terhitung, yang membawa kita kepada keselamatan.
Kelima, pengharapan dalam Kristus. Iman dalam Kristus juga membawa kita kepada pengharapan yang pasti. Ketika kita dikuatkan dengan kenyataan bahwa keselamatan kita sudah dijamin oleh Kristus, kita dapat hidup dengan penuh harapan, bahkan dalam kesulitan dan penderitaan. Pembenaran yang kita terima melalui iman dalam Kristus membawa kita pada kehidupan yang penuh dengan pengharapan yang tak tergoyahkan.
Galatia 2:16 menegaskan bahwa pembenaran di hadapan Allah hanya datang melalui iman dalam Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan atau usaha manusia. Ini adalah inti dari keselamatan yang kita terima sebagai orang percaya. Kita tidak dapat membenarkan diri kita sendiri melalui hukum atau perbuatan baik, karena itu hanya dapat datang melalui kasih karunia Tuhan yang diberikan melalui karya Kristus. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup dengan rasa syukur, percaya bahwa keselamatan kita tidak bergantung pada diri kita, tetapi sepenuhnya pada iman kepada Kristus. (rsnh)
Selamat berakhir pekan dan besok kita beribadah kepada TUHAN



Komentar
Posting Komentar