Renungan hari ini: "MENDENGARKAN PANGGILAN TUHAN DENGAN HATI YANG TERBUKA" (1 Samuel 3:10)
Renungan hari ini:
"MENDENGARKAN PANGGILAN TUHAN DENGAN HATI YANG TERBUKA"
1 Samuel 3:10 (TB2) Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah, "Samuel! Samuel!" Samuel menjawab: "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar"
1 Samuel 3:10 (NET) Then the Lord came and stood nearby, calling as he had previously done, “Samuel! Samuel!” Samuel replied, “Speak, for your servant is listening!”
Nas hari ini bertemakan "Mendengarkan Panggilan Tuhan dengan Hati yang Terbuka." Dalam 1 Samuel 3:10, kita melihat sebuah momen penting dalam kehidupan Samuel, seorang pemuda yang dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi nabi besar bagi bangsa Israel. Saat itu, Samuel tidak segera mengenali suara Tuhan, tetapi ketika ia akhirnya mendengarkan dan memahami panggilan-Nya, ia menjawab dengan sikap yang sangat penting: "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
Ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya mendengarkan dan merespons panggilan Tuhan, terutama dalam hidup kita sehari-hari. Tuhan terus memanggil, tetapi apakah kita benar-benar siap mendengarkan dan merespons dengan hati yang terbuka?
Panggilan Tuhan itu terus menerus terjadi. Dalam ayat ini, kita melihat bahwa Tuhan terus memanggil Samuel meskipun ia belum mengenali-Nya. Panggilan Tuhan bukanlah panggilan yang hanya datang sekali dan kemudian hilang. Tuhan terus-menerus memanggil umat-Nya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, suara Tuhan sering kali tertutup oleh kesibukan dan kesenangan dunia. Namun, Tuhan tidak berhenti berbicara. Dia selalu mencari hati yang siap mendengarkan.
Persoalannya, apakah kita punya kesiapan untuk mendengarkan dengan hati yang terbuka. Saat Samuel akhirnya mendengar suara Tuhan dan menyadari bahwa itu adalah panggilan-Nya, ia menjawab dengan rendah hati, "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Ini adalah sikap yang menunjukkan kerendahan hati dan kesiapan untuk mendengarkan Firman Tuhan. Samuel tidak hanya mendengar suara fisik, tetapi ia mendengarkan dengan hati yang siap menerima apa yang Tuhan sampaikan. Mendengarkan panggilan Tuhan berarti memiliki hati yang terbuka dan siap untuk menanggapi apa yang Dia inginkan dalam hidup kita.
Tat kala Tuhan berfirman, kita harus memberikan respons yang tepat. Jawaban Samuel menunjukkan bahwa ia siap untuk merespons dengan taat. Tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menanggapi dengan sikap hati yang siap untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Respons ini menunjukkan bahwa mendengarkan Tuhan bukan hanya tentang mendengar kata-kata-Nya, tetapi juga tentang kesiapan untuk bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan tidak hanya berbicara untuk memberi kita informasi, tetapi untuk membimbing kita agar hidup kita selaras dengan tujuan-Nya.
Terakhir, nas ini mengajak kita untuk mengerti Suara Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan kita yang penuh dengan kesibukan dan godaan, sering kali kita kesulitan untuk membedakan suara Tuhan dari suara-suara lain. Sama seperti Samuel yang awalnya tidak mengenali suara Tuhan, kita juga bisa saja mendengar banyak suara di sekitar kita yang mencoba menarik perhatian kita. Namun, suara Tuhan adalah suara yang mengarah pada kebaikan, damai, dan pengharapan. Untuk mengenali suara Tuhan, kita perlu meluangkan waktu untuk berdiam diri di hadapan-Nya, membaca Firman-Nya, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Apa yang perlu direnungkan dari nas ini? Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dari peristiwa ini:
Pertama, panggilan Tuhan yang konsisten dan terus menerus. Dalam ayat ini, kita melihat bahwa Tuhan terus memanggil Samuel meskipun pada awalnya Samuel tidak mengenali suara Tuhan. Panggilan Tuhan tidak pernah berhenti, bahkan ketika kita tidak segera merespons atau tidak mengenali-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu ada, siap untuk berbicara dan memanggil kita, bahkan ketika kita mungkin tidak menyadarinya. Panggilan Tuhan datang dengan kesabaran dan kasih-Nya yang tidak pernah berhenti.
Kedua, kita harus mengenali Suara Tuhan. Samuel awalnya tidak mengenali suara Tuhan, dan ia berpikir itu adalah suara Eli, imam yang melayani di rumah Tuhan. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, Samuel mulai mengerti bahwa itu adalah suara Tuhan yang memanggilnya. Ini mengajarkan kita bahwa mengenali suara Tuhan tidak selalu datang dengan segera; itu memerlukan waktu, kepekaan, dan hubungan yang intim dengan Tuhan. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin kita bisa mengenali suara-Nya dalam hidup kita.
Ketiga, kesiapan untuk rerespons suara TUHAN. Ketika Samuel akhirnya mengerti bahwa itu adalah Tuhan yang memanggil, ia menjawab,"Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Samuel menunjukkan sikap kerendahan hati dan kesiapan untuk mendengarkan serta menaati Firman Tuhan. Samuel tidak hanya mendengar, tetapi ia juga siap untuk mendengar dengan hati yang siap untuk bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan katakan. Ini adalah sikap yang penting dalam kehidupan orang percaya: menyambut panggilan Tuhan dengan hati yang terbuka dan siap untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Keempat, ketaatan sebagai tanggapan atas Panggilan Tuhan. Setelah mendengar panggilan Tuhan, Samuel tidak hanya diam atau mengabaikannya. Ia merespons dengan ketaatan. Jawabannya menunjukkan bahwa ia bukan hanya mendengar suara Tuhan, tetapi juga siap untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dalam kehidupan kita, ketaatan adalah respons yang harus kita tunjukkan setelah mendengar panggilan Tuhan. Ketika Tuhan memanggil kita melalui Firman-Nya, doa, atau dorongan Roh Kudus, kita dipanggil untuk menanggapi dengan tindakan yang sejalan dengan kehendak-Nya.
Renungan:Apakah kita merespons panggilan Tuhan dengan ketaatan? Tindakan apa yang perlu kita ambil setelah mendengar suara Tuhan dalam hidup kita?
1 Samuel 3:10 mengajarkan kita tentang kepekaan terhadap panggilan Tuhan, kesediaan untuk mendengar dan merespons, dan ketaatan yang tulus. Tuhan memanggil kita, bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk merespons dengan tindakan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam hidup kita, Tuhan selalu berbicara, dan kita dipanggil untuk lebih peka terhadap suara-Nya dan siap untuk melakukan apa yang Dia kehendaki. Karena itu, Tuhan terus memanggil kita, dan kita dipanggil untuk mendengarkan dan merespons dengan hati yang terbuka dan taat, seperti Samuel yang menjawab dengan penuh kerendahan hati. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar