KOTBAH MINGGU I SETELAH TAHUN BARU Minggu, 04 Januari 2026 “DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA” (Yohanes 1:10-17)
KOTBAH MINGGU I SETELAH TAHUN BARU
Minggu, 04 Januari 2026
“DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA”
Kotbah: Yohanes 1:10-17 Bacaan: Mazmur 147:12-20
Selamat Tahun Baru,
Pada momen perayaan awal tahun ini, kita diingatkan untuk menghitung berkat dan kasih Tuhan yang telah diberikan kepada kita sepanjang tahun yang lalu, serta bersyukur atas penyertaan-Nya dalam hidup kita. Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali kasih dan anugerah Tuhan yang tidak terhingga, serta untuk membuka hati kita untuk menerima lebih banyak lagi kasih karunia-Nya di tahun yang baru.
Tema kotbah kita hari ini adalah "Dari Kepenuhan-Nya Kita Menerima Kasih Karunia", yang tertulis dalam Yohanes 1:10-17. Dalam teks ini, Yohanes mengungkapkan bagaimana Yesus Kristus, sebagai Firman yang menjadi manusia, membawa kehidupan, terang, dan kasih karunia kepada umat manusia. Kita sebagai orang percaya dipanggil untuk merenungkan dengan lebih dalam berkat keselamatan dan kasih karunia yang datang dari kepenuhan Kristus.
Ada beberapa pelajaran penting yang diperoleh dari tema Minggu ini:
Pertama, kepenuhan Kristus yang memberikan anugerah (kasih karunia) (ay. 16). "Sebab, dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima, anugerah demi anugerah." Yesus Kristus datang ke dunia ini sebagai Firman yang hidup—kepenuhan Allah yang menyatakan kasih dan kebenaran-Nya. Dalam diri-Nya terdapat segala yang kita butuhkan untuk hidup yang sejati: kehidupan, terang, dan keselamatan. Yohanes menulis bahwa dari kepenuhan Kristus, kita sebagai umat percaya menerima anugerah demi anugerah.
Di awal tahun baru ini, kita diingatkan untuk merenungkan bahwa kita hidup bukan karena usaha atau kekuatan kita sendiri, tetapi karena anugerah Tuhan. Setiap berkat yang kita terima adalah hasil dari kepenuhan Kristus yang memberikan segala yang kita perlukan, baik fisik, emosional, maupun rohani. Kasih karunia yang dimaksud di sini adalah anugerah Allah yang tidak dapat kita peroleh dengan usaha kita, tetapi yang diberikan kepada kita sebagai hadiah dari Tuhan.
Kedua, anugerah yang tidak tergantung pada perbuatan manusia (ay. 17). "Sebab, hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus." Perbedaan antara hukum Taurat dan anugerah sangat jelas. Hukum Taurat datang melalui Musa, yang menuntut ketaatan dan perbuatan yang benar dari umat Allah. Namun, anugerah datang melalui Yesus Kristus adalah anugerah yang tidak tergantung pada perbuatan kita. Ini mengingatkan kita bahwa keselamatan dan berkat Allah tidak bisa kita peroleh dengan ketaatan terhadap hukum atau usaha kita sendiri, tetapi hanya melalui Yesus Kristus, yang menggenapi hukum itu dan memberi kita anugerah.
Anugerah yang kita terima dari Yesus Kristus adalah hadiah yang tak ternilai, yang tidak bergantung pada usaha atau perbuatan kita. Dalam tahun yang baru ini, kita diingatkan bahwa kita tidak bisa memperoleh kebaikan atau keselamatan melalui usaha kita sendiri, tetapi hanya melalui Kristus. Keselamatan kita adalah karya anugerah Tuhan yang sempurna, yang tidak terikat oleh usaha atau usaha pribadi kita.
Ketiga, anugerah yang membawa kehidupan baru (ay. 10-12). Yesus datang ke dunia ini, tetapi tidak semua orang menerima-Nya. Namun, bagi mereka yang menerima-Nya, Tuhan diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah.Melalui kasih karunia-Nya, kita diberi kesempatan untuk memulai kehidupan baru dalam Kristus, yang tidak lagi hidup dalam dosa, tetapi hidup dalam kebenaran dan kasih-Nya.
Anugerah membawa kita kepada hidup yang diperbarui. Melalui Kristus, kita tidak hanya menerima pengampunan dosa, tetapi juga kehidupan yang baru. Ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memperbarui hidup kita, untuk meninggalkan kehidupan lama yang penuh dengan dosa dan kegagalan, dan memulai perjalanan baru yang penuh dengan harapan dan tujuan yang diberikan oleh Kristus.
Keempat, mengaktualisasikan anugerah dalam kehidupan sehari-hari (ay. 16). Anugerah yang datang melalui Yesus Kristus tidak hanya berakhir pada saat kita diselamatkan, tetapi berlanjut setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menerima anugerah Tuhan dalam hidup kita.
Pertanyaan kita sekarang, apa-apa saja Kasih Karunia (Anugerah) yang kita peroleh dari kepenuhan Kristus? Ada beberapa anugerah yang kita peroleh dari kepenuhan Kristus:
Pertama, kita mendapatkan anugerah demi anugerah (ay. 16). Dari kepenuhan Kristus, kita menerima anugerah demi anugerah. Dalam konteks ini, kasih karunia yang diterima bukan hanya satu kali, tetapi terus-menerus, seperti aliran yang tidak pernah berhenti. Yesus adalah sumber anugerah yang tak terhingga, yang tidak hanya memberi kita keselamatan, tetapi juga ke-kuatan, penghiburan, dan berkat-berkat Rohani yang terus kita alami setiap hari.
Kasih karunia yang berasal dari kepenuhan Kristus mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita terima—baik itu pengampunan, pertolongan, hikmat, atau berkat—adalah hasil dari kemurahan Tuhan yang tidak terhingga. Dalam Kristus, kita tidak hanya menerima berkat satu kali, tetapi setiap hari kita dipenuhi dengan kasih karunia-Nya yang melimpah. Kepenuhan Kristus berarti bahwa kita memiliki akses tak terbatas kepada anugerah-Nya, yang terus menyertai kita sepanjang hidup ini.
Kedua, kita menjadi anak-anak Allah (ay. 12). Kasih karunia yang datang melalui Kristus memberi kita hak untuk menjadi anak-anak Allah. Sebelumnya, kita adalah orang yang terpisah dari Tuhan karena dosa, tetapi melalui iman kita kepada Yesus, kita diadopsi menjadi bagian dari keluarga Allah. Ini adalah anugerah yang luar biasa—kita yang tidak layak kini diterima sebagai anak-anak-Nya melalui kasih karunia yang diberikan melalui Kristus.
Menjadi anak Allah bukanlah hasil dari usaha atau perbuatan kita, tetapi karunia Tuhan yang kita terima melalui iman dalam Kristus. Sebagai anak-anak Allah, kita diundang untuk hidup dalam kasih-Nya, menerima bimbingan-Nya, dan menikmati hubungan yang penuh dengan kasih sayang dan perlindungan. Hal ini juga mengingatkan kita untuk hidup sesuai dengan status baru kita sebagai anak-anak Allah, yang seharusnya mencerminkan karakter Bapa kita dalam segala hal.
Ketiga, kasih Karunia membawa pembaruan hidup (ay. 14). Yesus, sebagai Firman yang menjadi manusia, membawa pembaruan hidup bagi kita. Kasih karunia yang kita terima dari-Nya tidak hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga memberi kita hidup yang baru. Firman yang menjadi manusia menyatakan kepada kita kasih karunia dan kebenaran yang mengubah hidup kita dari yang lama menjadi hidup yang baru dalam Kristus.
Pembaruan yang dibawa oleh kasih karunia Kristus adalah proses yang terus-menerus. Ketika kita mene-rima Yesus, kita tidak hanya menerima pengam-punan, tetapi juga diberikan kemampuan untuk hidup dalam kebenaran. Ini berarti bahwa kasih karunia Tuhan bekerja dalam hidup kita untuk mengubah kita menjadi lebih serupa dengan Kristus—lebih penuh kasih, lebih adil, dan lebih rendah hati. Pembaruan ini adalah proses hidup yang berkelanjutan, yang terus memperbarui cara berpikir, bertindak, dan mencintai.
Keempat, kasih Karunia membawa Kebenaran (ay. 17). Kasih karunia yang diberikan oleh Kristus tidak hanya membawa pengampunan, tetapi juga kebenaran. Hukum Taurat, meskipun diberikan oleh Tuhan, tidak dapat menyelamatkan manusia, tetapi kasih karunia Kristus membawa kita pada kebenaran yang sejati. Kebenaran yang datang melalui Kristus adalah kebenaran yang memberi hidup—yang mengarahkan kita kepada hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Kasih karunia yang membawa kebenaran bukan hanya tentang pengampunan dosa, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa hidup sesuai dengan standar Tuhan. Kasih karunia dan kebenaran ini bekerja dalam hidup kita untuk mengubah cara kita hidup, mengarahkan kita kepada hidup yang lebih baik, lebih sesuai dengan prinsip-prinsip kerajaan Allah.
Dari kepenuhan Kristus, kita menerima kasih karunia demi kasih karunia. Kasih karunia yang membawa keselamatan, mengangkat kita menjadi anak-anak Allah, memperbarui hidup kita, dan membawa kita kepada kebenaran. Semua ini adalah hadiah yang diberikan Tuhan tanpa syarat, dan kita dipanggil untuk menerima dengan sukacita serta menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih karunia Kristus adalah sumber hidup kita, yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjadi saksi-Nya di dunia ini.
RENUNGAN
Apa yang menjadi perenungan kita dari tema Minggu ini? Ada beberapa hal yang menjadi perenungan kita:
Pertama, kemurahan Allah nyata dalam Kasih-Nya. Pada ayat pertama dari bagian ini, kita melihat bahwa keselamatan yang kita terima adalah buah dari kemurahan Allah yang nyata. Kasih Tuhan kepada manusia adalah alasan utama mengapa kita diselamatkan. Itu bukan karena perbuatan kita yang baik atau layak, melainkan karena kemurahan Allah yang besar dan kasih-Nya yang tak terbatas. Keselamatan yang kita terima bukanlah sesuatu yang kita peroleh karena usaha atau upaya kita, tetapi sepenuhnya karena rahmat-Nya.
Terkadang, kita merasa bahwa kita harus “layak” untuk menerima kasih dan keselamatan Tuhan, tetapi firman ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah, yang tidak bisa kita peroleh melalui perbuatan atau kebaikan kita. Hal ini mengajarkan kita untuk hidup dalam rasa syukur, karena kita menyadari bahwa tanpa kemurahan dan kasih Tuhan, kita tidak akan dapat diselamatkan. Ini juga mengingatkan kita untuk tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri, melainkan hanya bergantung pada kasih Tuhan yang sempurna.
Kedua, keselamatan yang tidak berdasarkan perbuatan baik kita. Penulis kitab Yohanes menegaskan bahwa keselamatan yang kita terima datang "bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya." Ini adalah bagian penting dari ajaran Kristen: keselamatan adalah karunia Tuhan yang tidak dapat kita peroleh melalui perbuatan kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri—semuanya adalah anugerah Tuhan, yang diberikan kepada kita melalui kasih-Nya.
Kita seringkali terjebak dalam pemikiran bahwa keselamatan tergantung pada apa yang kita lakukan—bahwa kita harus cukup baik, cukup saleh, atau cukup sempurna untuk menerima kasih Tuhan. Namun, firman ini mengingatkan kita bahwa kita disela-matkan bukan karena perbuatan kita, tetapi karena rahmat Tuhan yang tidak terhingga. Keselamatan itu adalah hadiah dari Tuhan yang tidak bisa kita dapatkan melalui usaha kita sendiri.
Ketiga, kelahiran kembali dan pembaruan oleh Roh Kudus. Titus 3:5 juga menjelaskan bahwa keselamatan yang kita terima adalah melalui kelahiran kembali dan pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Kelahiran kembali adalah transformasi yang terjadi dalam diri kita ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat—kita menjadi ciptaan baru dalam Kristus (2 Kor. 5:17). Pembaruan oleh Roh Kudus adalah proses yang terus berlangsung, yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjauh dari dosa.
Setelah kita menerima Kristus, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diberi kehidupan baru yang diperbarui oleh Roh Kudus. Proses kelahiran kembali dan pembaruan ini bukan hanya terjadi sekali, tetapi berlangsung seumur hidup kita. Roh Kudus terus bekerja dalam diri kita, membentuk kita untuk lebih seperti Kristus, mengubah pikiran, hati, dan tindakan kita.
Keempat, kasih Karunia yang mengubah hidup kita. Penting untuk diingat bahwa keselamatan yang kita terima melalui kasih karunia Tuhan mengubah hidup kita. Kasih karunia bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga memberi kita kekuatan untuk hidup dengan cara yang baru—hidup yang memuliakan Tuhan dan mencer-minkan karakter Kristus. Roh Kudus yang bekerja dalam kita membantu kita untuk hidup dalam pembaruan setiap hari, membawa perubahan dalam cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak.
Ketika kita menerima keselamatan melalui rahmat Tuhan, kita dipanggil untuk menghidupi kehidupan yang diperbarui, yang menunjukkan buah Roh Kudus, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, dan pengendalian diri (Galatia 5:22-23). Ini adalah buah yang menunjukkan bahwa kita benar-benar telah dilahirkan kembali dalam Kristus.
Titus 3:4-5 mengajarkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah Tuhan yang diberikan melalui kasih-Nya, bukan karena perbuatan kita. Keselamatan yang kita terima membawa kita kepada kelahiran Kembali dan pembaruan oleh Roh Kudus, yang mengubah hidup kita dan memam-pukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dipanggil untuk hidup dalam kesadaran akan kasih karunia Tuhan yang selalu memberi kita kehidupan yang lebih baik dan lebih penuh. Karena itu, mari kita terus hidup dengan penuh syukur dan responsif terhadap pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita, yang memperbarui kita untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus. (rsnh)
Selamat Menjalani Tahun Baru 2026



Komentar
Posting Komentar