Renungan hari ini:
"TUHAN MENGGUNAKAN KITA UNTUK MENYAMPAIKAN BERKAT DAN PEMULIHAN"
Kisah Para Rasul 9:17 (TB2) Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus"
Acts 9:17 (NET) So Ananias departed and entered the house, placed his hands on Saul and said, “Brother Saul, the Lord Jesus, who appeared to you on the road as you came here, has sent me so that you may see again and be filled with the Holy Spirit”
Nas hari ini berbicara mengenai "Tuhan menggunakan kita untuk menyampaikan berkat dan pemulihan." Dalam perjalanan iman kita, seringkali Tuhan memanggil kita untuk menjadi bagian dari proses pemulihan dan transformasi hidup bagi orang lain. Renungan kita hari ini berfokus pada kisah Ananias dan Saulus dalam Kisah Para Rasul 9:17, di mana Ananias dipanggil untuk menyampaikan berkat Tuhan kepada Saulus, yang saat itu sedang mengalami perjumpaan besar dengan Tuhan. Melalui tindakan Ananias, kita belajar bahwa Tuhan bisa menggunakan kita sebagai saluran berkat dan pemulihan bagi orang lain, meskipun mereka datang dari latar belakang yang berbeda atau bahkan memiliki kesalahan besar di masa lalu.
Dalam Kisah Para Rasul 9:10-16, Tuhan berbicara kepada Ananias, seorang murid yang tinggal di Damaskus, dan memintanya untuk pergi menemui Saulus, yang sebelumnya dikenal sebagai penganiaya umat Kristen. Tentu saja, Ananias merasa ragu dan takut, karena dia tahu siapa Saulus dan peranannya dalam penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Namun, Ananias memilih untuk taat kepada Tuhan meskipun ada rasa takut dan keraguan.
Ananias memilih untuk taat pada panggilan Tuhan, meskipun ia tahu bahwa Saulus adalah musuh orang Kristen. Ini mengajarkan kita bahwa seringkali Tuhan memanggil kita untuk melakukan hal-hal yang mungkin tidak nyaman atau terlihat menakutkan bagi kita. Tetapi, ketaatan kepada Tuhan adalah kunci untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain, bahkan bagi mereka yang mungkin kita anggap "tidak layak" atau "terlalu jauh dari Tuhan". Ketika Tuhan memanggil kita, kita dipanggil untuk merespons dengan iman. Bahkan ketika kita tidak mengerti sepenuhnya atau merasa takut, kita harus tetap melangkah dengan kepercayaan bahwa Tuhan akan menuntun kita untuk melaksanakan rencana-Nya.
Saulus, yang kemudian dikenal sebagai Rasul Paulus, adalah seorang yang awalnya sangat memusuhi dan menganiaya orang-orang Kristen. Namun, di jalan menuju Damaskus, ia mengalami pertemuan yang luar biasa dengan Yesus yang mengubah hidupnya. Di dalam penglihatan itu, Yesus menanyakan kepadanya, "Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?" (Kis. 9:4). Setelah itu, Saulus menjadi buta dan tidak bisa melihat selama tiga hari, yang mencerminkan betapa besar perubahan yang terjadi dalam hidupnya.
Meskipun Saulus telah melakukan banyak kekerasan dan kesalahan, Tuhan tidak membiarkan dia jatuh dalam kehancuran selamanya. Tuhan memberikan kesempatan bagi Saulus untuk mengalami pertobatan, pemulihan, dan transformasi hidup. Ini menunjukkan bahwa tidak ada yang terlalu jauh dari kasih Tuhan; tidak ada yang terlalu terhilang untuk diselamatkan. Tuhan ingin kita menjadi alat-Nya untuk membawa perubahan di dunia ini, seperti yang dilakukan oleh Saulus yang berubah menjadi Paulus, rasul yang besar. Apa yang dulu dianggap sebagai musuh gereja, sekarang menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh dalam menyebarkan Injil ke seluruh dunia.
Ketika Ananias tiba di rumah Saulus, ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus dan berkata, "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus" (Kis. 9:17). Melalui tindakan Ananias, Saulus dipulihkan secara fisik dan rohani. Saulus yang sebelumnya buta, kini dapat melihat kembali, dan lebih penting lagi, ia dipenuhi dengan Roh Kudus yang memberinya kekuatan dan arahan untuk menjadi alat Tuhan.
Seperti Ananias, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat Tuhanbagi orang lain, bahkan bagi mereka yang mungkin sebelumnya kita anggap musuh atau orang yang jauh dari Tuhan. Kasih yang kita berikan kepada orang lain bisa menjadi alat pemulihan dan perubahan hidup mereka. Ketika kita menumpangkan tangan atau berdoa bagi orang lain, kita juga diingatkan untuk meminta Roh Kudus turun atas mereka. Sebagai persekutuan doa, kita bisa menjadi penyalur berkat bagi sesama, berdoa agar mereka dipulihkan, dikuatkan, dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Pemulihan yang datang melalui Roh Kudus memungkinkan seseorang untuk mengalami perubahan sejati dalam hidup mereka, bukan hanya di aspek fisik, tetapi lebih dalam di hati dan roh mereka.
Ananias dipilih oleh Tuhan untuk menjadi alat pemulihan bagi Saulus. Meskipun mungkin tidak mudah untuk mendekati seseorang seperti Saulus yang sebelumnya adalah penganiaya orang Kristen, Ananias memilih untuk mengikuti kehendak Tuhan dan menjadi alat yang membawa kesembuhan dan pengampunan bagi orang yang sangat membutuhkan.
Seperti Ananias, kita juga dipanggil untuk menjadi alat Tuhan dalam menyampaikan berkat dan pemulihan kepada orang-orang di sekitar kita. Ini bisa terjadi dalam bentuk doa, penghiburan, atau bahkan tindakan nyata untuk membantu orang yang membutuhkan. Tuhan mungkin memanggil kita untuk membantu orang yang jauh dari-Nya, mereka yang dalam keterpurukan atau bahkan mereka yang pernah menyakiti kita. Kehadiran kita dapat menjadi jawaban bagi doa mereka.
Ananias menunjukkan kesediaan untuk menolong, meskipun ia tahu tentang latar belakang Saulus. Dengan mendengarkan suara Tuhan dan mengambil langkah iman, ia menjadi bagian dari rencana Tuhan yang luar biasa untuk hidup Saulus. Begitu juga kita, dipanggil untuk membuka hati dan menjadi saluran kasih Tuhan, meskipun kita mungkin ragu atau tidak nyaman.
Apa yang perlu direnungkan dari nas hari ini?
Pertama, menanggapi panggilan Tuhan dengan iman dan ketaatan. Ananias adalah seorang murid Tuhan yang dipanggil untuk pergi menemui Saulus, yang pada saat itu dikenal sebagai penganiaya umat Kristen. Tentu saja, ini adalah tugas yang penuh tantangan. Saulus adalah musuh bagi gereja, dan Ananias mungkin merasa takut atau ragu untuk mendekatinya. Namun, Ananias memilih untuk taat kepada Tuhan, meskipun tidak mudah, dan meskipun dia tahu latar belakang Saulus. Ananias menunjukkan kepada kita bahwa ketaatan kepada Tuhan sering kali membutuhkan keberanian, bahkan dalam situasi yang tidak nyaman atau menakutkan. Terkadang, Tuhan memanggil kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan atau tidak kita pahami, tetapi jika kita taat pada panggilan-Nya, kita menjadi bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Ananias tidak hanya pergi kepada Saulus karena perintah Tuhan, tetapi dia melakukannya dengan iman penuh bahwa Tuhan memiliki rencana pemulihan yang luar biasa untuk Saulus, yang tampaknya tidak mungkin diubah. Kita diajak untuk mengandalkan iman kita pada Tuhan, yang mampu melakukan hal-hal yang luar biasa melalui kita, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan.
Kedua, menyambut orang yang dulu menganiaya sebagai saudara. Dalam pertemuan tersebut, Ananias menyapa Saulus dengan kata-kata yang penuh kasih: "Saulus, saudaraku". Meskipun Saulus sebelumnya adalah orang yang memburu dan menganiaya orang Kristen, Ananias memandangnya sebagai saudaranya dalam Kristus. Ini menunjukkan perubahan hati dan pengampunan yang luar biasa. Ananias tidak melihat Saulus berdasarkan masa lalunya, tetapi berdasarkan potensi yang Tuhan lihat di dalam dirinya. Ananias mengajarkan kita untuk mengampuni orang yang telah menyakiti kitadan untuk melihat mereka dengan mata kasih. Dalam hidup ini, kita mungkin pernah disakiti atau diperlakukan tidak adil oleh orang lain, tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk memaafkan dan menerima mereka, karena dalam Kristus, tidak ada lagi perbedaan antara musuh dan saudara. Semua orang yang datang kepada Kristus memiliki peluang untuk dipulihkan. Sebagaimana Ananias melihat potensi pemulihan dalam Saulus, kita juga dipanggil untuk melihat potensi baik dalam hidup orang lain—terlepas dari masa lalu mereka. Kita diajak untuk memperlakukan setiap orang dengan kasih dan harapan, karena Tuhan dapat mengubah siapa saja dan menjadikannya alat-Nya.
Ketiga, pemulihan yang datang dari Tuhan. Ananias menumpangkan tangannya ke atas Saulus, dan dengan kata-kata yang penuh kuasa, ia mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah mengutusnya untuk membawa pemulihan kepada Saulus. Pemulihan fisik dan rohani terjadi pada saat itu: Saulus yang buta mendapatkan penglihatannya kembali, dan dia juga dipenuhi dengan Roh Kudus. Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat membawa pemulihan total dalam hidup kita, baik secara fisik, emosional, maupun rohani. Saulus yang buta sekarang bisa melihat lagi, tetapi lebih dari itu, ia dipenuhi dengan Roh Kudus yang memberinya kekuatan untuk mengubah hidupnya. Roh Kudus memberikan kekuatan untuk hidup baru yang tidak mungkin terjadi tanpa Tuhan. Tuhan memiliki rencana pemulihan yang lebih besar bagi setiap orang, bahkan bagi mereka yang tampaknya jauh dari-Nya. Kisah Saulus mengingatkan kita bahwa tidak ada yang terlalu jauh dari kasih Allah. Tuhan dapat mengubah hidup siapapun dan mengarahkan mereka untuk menjadi alat-Nya yang luar biasa, seperti yang terjadi pada Saulus yang kemudian menjadi Paulus, rasul yang hebat.
Keempat, menjadi alat pemulihan bagi orang lain. Ananias dipilih oleh Tuhan untuk menjadi alat pemulihan bagi Saulus. Tanpa Ananias, Saulus mungkin tidak akan mengalami pemulihan yang ia perlukan untuk melanjutkan hidupnya sebagai pengikut Kristus. Tuhan menggunakan Ananias untuk meletakkan tangan-Nya di atas Saulus, yang menunjukkan bahwa kita semua bisa menjadi bagian dari proses pemulihan orang lain. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat dan pemulihan bagi sesama. Seperti Ananias, kita dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa orang yang sedang menderita atau yang jauh dari Tuhan kembali ke jalan yang benar. Ini bisa berupa doa, dukungan, penghiburan, atau bahkan mengajak mereka untuk mengenal Kristus. Kadang-kadang, Tuhan memanggil kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita dan menjadi alat-Nya bagi mereka yang membutuhkan. Seperti Ananias, kita harus percaya bahwa Tuhan bekerja melalui kita untuk menyampaikan kasih dan pemulihan kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang mungkin sulit untuk kita terima. Karena itu, mari kita menjadi alat pemulihan seperti Ananias, memperlihatkan kasih dan pengampunan kepada sesama, dan siap dipakai Tuhan untuk membawa berkat dan pemulihan kepada dunia yang membutuhkan-Nya.
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar