Renungan hari ini: “GEREJA YANG DIBANGUN DI ATAS BATU KARANG” (Matius 16:18)

 Renungan hari ini:

 

“GEREJA YANG DIBANGUN DI ATAS BATU KARANG”


 

Matius 16:18 (TB) "Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya"

 

Matthew 16:18 (NET) "And I tell you that you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of Hades will not overpower it"

 

Nas hari ini bebericara mengenai “Gereja yang dibangun di atas Batu Karang,” Yesus menyatakan bahwa gereja-Nya akan dibangun di atas batu karang. Kata “batu karang” di sini bukan hanya merujuk pada Petrus sebagai pribadi, tetapi lebih dalam lagi, merujuk pada pengenalan iman yang kokoh dan pengakuan akan Kristus sebagai Tuhan. Petrus, meskipun menjadi orang yang mengungkapkan pengakuan ini, menjadi simbol dari fondasi yang kuat yang akan dibangun oleh Tuhan untuk gereja-Nya.

 

Gereja yang sejati, yang dibangun oleh Tuhan, berdiri teguh di atas pengakuan akan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Imannya kokoh, seperti batu karang, tidak tergoyahkan oleh rintangan atau ujian. Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai jemaat Kristus, kita juga dipanggil untuk membangun iman yang kokoh di dalam Kristus, yang menjadi dasar bagi kehidupan kita, pelayanan kita, dan komunitas gereja kita.

 

Yesus juga berkata, "dan alam maut tidak akan menguasainya." Ini adalah janji yang luar biasa bagi gereja-Nya—bahwa gereja yang dibangun di atas Kristus sebagai batu karang tidak akan pernah dikalahkan oleh alam maut atau kuasa kejahatan. Meskipun gereja sering menghadapi penganiayaan, tantangan, dan kesulitan dalam sejarahnya, gereja tetap berdiri teguh, karena Tuhan yang membangunnya, dan tidak ada kekuatan yang dapat menggagalkannya.

 

Janji ini memberi kita pengharapan dan keyakinan bahwa gereja Kristus tidak akan pernah dihancurkan. Meskipun dunia ini penuh dengan cobaan dan kesulitan, kita sebagai bagian dari gereja Kristus diingatkan untuk tidak takut atau cemas, karena alam maut tidak akan menguasainya. Gereja akan terus tumbuh dan menjadi saksi kasih Tuhan, sampai akhirnya Kristus kembali dalam kemuliaan-Nya.

 

Penting untuk diingat bahwa gereja dibangun oleh Kristus sendiri. Yesus berkata, "Aku akan mendirikan gereja-Ku." Gereja bukanlah hasil dari usaha manusia semata, tetapi adalah karya Tuhan. Gereja adalah tempat di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk berkumpul, beribadah, dan melayani, tetapi pada dasarnya gereja adalah tubuh Kristus yang dibangun berdasarkan pengorbanan-Nya di kayu salib.

 

Ketika kita berbicara tentang gereja, kita harus selalu ingat bahwa gereja adalah milik Kristus, dan kita dipanggil untuk menjaga dan melayani gereja dengan penuh tanggung jawab. Sebagai bagian dari gereja-Nya, kita tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga menjadi pelayan yang setia, yang bekerja untuk memperluas kerajaan Allah di bumi.

 

Akhirnya, bagian dari janji Tuhan ini adalah bahwa gereja yang dibangun di atas Kristus adalah gereja yang penuh dengan pengharapan. Gereja tidak hanya bertahan dalam waktu, tetapi juga memiliki harapan kekal yang tidak akan pernah luntur. Meskipun kita menghadapi banyak tantangan, kita memiliki pengharapan yang teguh karena gereja kita dibangun oleh Kristus yang bangkit dan Tuhan yang hidup.

 

Sebagai jemaat Kristus, kita diingatkan untuk hidup dengan penuh pengharapan—pengharapan bahwa Tuhan akan selalu menyertai gereja-Nya dan membawa kita menuju kemenangan terakhir. Ketika kita merasa lemah, kita harus melihat kepada Kristus, batu karang yang kokoh, yang memimpin gereja menuju kemenangan-Nya yang pasti.

 

Apa yang perlu direnungkan dari nas hari ini? Beberapa hal yang perlu direnungkan:

 

Pertama, kepercayaan pada pengakuan Iman. Yesus berkata kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku...” Ini adalah pengakuan besar mengenai iman yang diucapkan oleh Petrus, yang menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (Mat.  16:16). Pengakuan iman ini menjadi dasar bagi pendirian gereja. Batu karang yang dimaksudkan di sini bukan hanya Petrus sebagai pribadi, tetapi pengakuan iman yang kokoh dan benar tentang siapa Yesus sebenarnya—Kristus, Anak Allah yang hidup. Pendirian gereja dimulai dengan pengakuan iman yang kokoh pada siapa Yesus. Tidak hanya pada Petrus, tetapi setiap orang percaya dipanggil untuk mengakui Yesus sebagai Kristus, Tuhan dan Juruselamat. Gereja yang sejati dibangun bukan hanya dengan fisik atau organisasi, tetapi dengan pengakuan iman yang benar. Iman yang kuat adalah fondasi bagi gereja yang kokoh dan tak tergoyahkan.

 

Kedua, Gereja yang dibangun oleh Kristus. Yesus berkata, “Aku akan mendirikan gereja-Ku...” Ini menunjukkan bahwa gereja adalah milik Kristus, yang Ia bangun dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Gereja bukan hanya organisasi manusia, tetapi tubuh Kristus yang dibangun oleh Yesus sendiri. Pendirian gereja ini adalah karya Allah yang sangat penting, dan setiap orang percaya menjadi bagian dari gereja tersebut, yang bertumbuh dan berkembang dalam kasih dan iman.

 

Ketiga, kemenangan Gereja atas alam maut. Yesus berkata, “Alam maut tidak akan menguasainya.” Ini adalah janji yang luar biasa bahwa gereja yang dibangun di atas pengakuan iman yang benar tidak akan pernah dikalahkan oleh kekuatan apa pun, termasuk kematian atau kekuatan jahat yang ada di dunia. Meskipun gereja menghadapi berbagai tantangan, penganiayaan, atau krisis, gereja tetap berdiri teguh karena Kristus adalah kepala gereja dan Dia telah mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya. Meskipun gereja sering menghadapi kesulitan—baik dari luar maupun dari dalam—Yesus memberi jaminan bahwa gereja-Nya tidak akan pernah dikalahkan. 

 

Keempat, kekuatan yang datang dari Kristus sebagai Kepala Gereja. Yesus menyatakan bahwa gereja-Nya akan dibangun di atas batu karang, yang mengacu pada pengakuan iman yang benar tentang siapa Yesus. Gereja yang dibangun oleh Kristus sebagai Kepala gereja mendapatkan kekuatan dari Kristus sendiri. Tanpa Kristus sebagai Kepala, gereja tidak akan dapat berdiri teguh. Oleh karena itu, gereja yang sejati adalah gereja yang selalu mengandalkan Kristus sebagai pusat dan tujuan dari segala aktivitasnya.

 

Matius 16:18 mengingatkan kita bahwa gereja dibangun di atas pengakuan iman yang benar tentang siapa Yesus Kristus. Gereja adalah tubuh Kristus, yang tidak dapat dikalahkan oleh alam maut, karena Kristus yang adalah Kepala gereja, telah mengalahkan maut dan memberi kita hidup yang kekal. Karena itu, sebagai bagian dari gereja, kita dipanggil untuk mengandalkan Kristus sebagai sumber kekuatan dan hidup, untuk melayani, membangun tubuh Kristus, dan menjadi saksi-Nya di dunia ini. (rsnh)

 

Selamat berakhir pekan dan besok kita beribadah kepada TUHAN

Komentar

Postingan Populer