Renungan hari ini: "DIPILIH UNTUK HIDUP KUDUS DI HADAPAN ALLAH" (Efesus 1:4)
Renungan hari ini:
"DIPILIH UNTUK HIDUP KUDUS DI HADAPAN ALLAH"
Efesus 1:4 (TB2) Sebab, di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya"
Ephesians 1:4 (NET) "For he chose us in Christ before the foundation of the world that we may be holy and unblemished in his sight in love"
Nas hari ini membahas topik "Dipilih untuk Hidup Kudus di Hadapan Allah." Salah satu pengajaran yang sangat penting dalam iman Kristen adalah bahwa kita adalah orang yang dipilih oleh Allah. Ini bukanlah suatu kebetulan atau hasil dari usaha kita sendiri, tetapi merupakan anugerah dan rencana Allah yang sempurna. Dalam Efesus 1:4, Paulus mengingatkan kita tentang pemilihan kita di dalam Kristus sebelum dunia ini dijadikan, dengan tujuan yang sangat mulia: supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan Allah. Melalui renungan ini, kita akan merenungkan lebih dalam makna dari dipilih oleh Allah, tujuan Allah memilih kita, dan bagaimana kita dapat hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
"Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan" – Ini adalah pengingat yang indah bahwa pemilihan kita oleh Allah bukanlah keputusan yang bersifat sementara atau terbatas pada kondisi tertentu, tetapi merupakan bagian dari rencana kekal Allah. Sebelum dunia ini ada, sebelum kita lahir, Allah sudah menentukan untuk memilih kita dalam Kristus untuk tujuan-Nya yang mulia.
Sebelum dunia dijadikan, Allah sudah memikirkan kita, memilih kita, dan menetapkan kita untuk hidup dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa hidup kita tidaklah kebetulan; kita diciptakan dengan tujuan yang sangat mulia, dan Tuhan memilih kita untuk menjadi bagian dari rencana-Nya yang besar. Keberhargaan kita bukan berdasarkan prestasi atau status sosial, tetapi semata-mata berdasarkan kasih dan anugerah Allah yang memilih kita bahkan sebelum kita ada di dunia ini. Kita harus menjalani hidup kita dengan penuh rasa syukur atas kasih dan perhatian Allah yang begitu dalam kepada kita.
Tujuan utama dari pemilihan Allah atas kita adalah untuk menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Pemilihan ini bukan hanya untuk keselamatan kita, tetapi juga untuk transformasi hidup. Allah tidak hanya memilih kita untuk mendapatkan kehidupan kekal, tetapi juga untuk mengubah hidup kita menjadi lebih serupa dengan Kristus—hidup yang kudus dan tak bercacat.
Kudus berarti terpisah untuk Tuhan, hidup dalam kesucian dan kesetiaan kepada-Nya. Allah memilih kita agar kita dapat hidup berbeda dari dunia ini, menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya, dan mencerminkan sifat-sifat Kristus dalam segala aspek kehidupan kita. Ini bukan hanya soal menghindari dosa, tetapi juga tentang menghidupi kasih, damai, dan keadilan dalam segala tindakan kita.
Tak bercacat berarti hidup kita tanpa cela, murni di hadapan Allah. Ini adalah panggilan untuk memperbaiki hidup kita, meninggalkan cara hidup lama yang berdosa, dan menumbuhkan karakter Kristus dalam diri kita. Meskipun kita tidak sempurna, Allah memberi kita kekuatan melalui Roh Kudusuntuk terus bertumbuh dalam kekudusan, menghindari apa yang dapat mencemari hidup kita.
Pemilihan Allah atas kita adalah suatu anugerah yang besar, dan respons kita terhadap anugerah ini adalah untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hidup kudus bukanlah sesuatu yang kita lakukan untuk mencapai keselamatan, tetapi sebagai respons atas keselamatan yang sudah kita terima dalam Kristus. Tuhan menginginkan agar kita menanggapi pemilihan-Nya dengan hidup yang mencerminkan karakter-Nya—hidup yang kudus, penuh kasih, dan berkenan kepada-Nya.
Sebagai orang yang dipilih oleh Allah untuk hidup kudus, kita dipanggil untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini. Kehidupan kita yang kudus harus menjadi saksi bagi dunia tentang kasih dan kekudusan Tuhan. Dalam segala hal, baik perkataan, tindakan, maupun sikap, kita harus mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang membawa terang bagi dunia yang gelap.
Apa yang perlu direnungkan dari nas hari ini? Mari kita merenungkan makna ayat ini dan bagaimana kita bisa menghidupi panggilan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Pertama, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Efesus 1:4 mengungkapkan bahwa pemilihan kita tidak terjadi secara kebetulan atau sebagai respons terhadap sesuatu yang kita lakukan. Allah memilih kita bahkan sebelum dunia ini ada. Ini menunjukkan betapa besar kasih Allahterhadap kita dan bahwa kita adalah bagian dari rencana-Nya yang kekal. Pemilihan ini tidak berdasarkan apapun yang ada pada diri kita, tetapi semata-mata berdasarkan kasih karunia-Nya.
Kedua, tujuan pemilihan: “Supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Tujuan utama dari pemilihan Allah terhadap kita adalah agar kita menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Kudus berarti terpisah untuk Tuhan, hidup dalam kesucian dan kebenaran. Allah tidak memilih kita hanya untuk memberikan keselamatan, tetapi untuk membawa kita dalam proses pemurnian agar hidup kita mencerminkan kesucian Tuhan.
Ketiga, panggilan untuk hidup berbeda. Pemilihan ini bukan hanya tentang kehidupan kita di dunia, tetapi juga tentang tujuan hidup kita yang lebih besar dalam Kerajaan Allah. Sebagai orang yang telah dipilih, kita dipanggil untuk hidup berbeda dari dunia ini—bukan untuk menonjolkan diri atau hidup dalam kesombongan, tetapi untuk melayani Tuhan dan sesama dengan rendah hati, serta menjadi saksi hidup bagi Kristus.
Keempat, hidup dalam pengharapan akan penyelesaian yang penuh. Pemilihan kita untuk menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya mengingatkan kita bahwa kita sedang dalam proses pembaharuan yang akan mencapai kesempurnaan saat kita bertemu dengan Tuhan di surga. Meskipun kita tidak sempurna sekarang, kita hidup dengan pengharapan bahwa suatu hari nanti kita akan sepenuhnya disucikan dan didekatkan dalam persekutuan yang sempurna dengan Allah.
Efesus 1:4 mengingatkan kita bahwa kita telah dipilih oleh Allah bahkan sebelum dunia dijadikan, dengan tujuan yang mulia agar kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Pemilihan ini adalah anugerah yang memanggil kita untuk hidup berbeda—hidup yang mencerminkan Kristus dan menjadi saksi-Nya di dunia ini. Karena itu, mari kita bersyukur atas pemilihan Tuhan yang penuh kasih, dan menanggapi panggilan ini dengan hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. Kita dipanggil untuk terus bertumbuh dalam kekudusan, menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan, dan menyebarkan kasih-Nya kepada dunia. Tuhan memberkati kita dalam perjalanan rohani kita! (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar