Renungan hari ini: "BERBAGI BERKAT DALAM KEHADIRAN TUHAN" (Rut 2:4)

 Renungan hari ini:

 

"BERBAGI BERKAT DALAM KEHADIRAN TUHAN"


 

Rut 2:4 (TB) Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!" 

 

Ruth 2:4 (NET)  Now at that very moment, Boaz arrived from Bethlehem and greeted the harvesters, “May the Lord be with you!” They replied, “May the Lord bless you!”

 

Nas hari ini membahas tema "Berbagi Berkat dalam Kehadiran Tuhan." Dalam ayat ini, kita melihat Boas, seorang pemilik ladang yang baik hati, datang dan memberi berkat kepada para pekerja dengan berkata, “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Kehadiran Boas di ladang bukan hanya hadir secara fisik, tetapi dengan kehadirannya, ia membawa suasana yang penuh berkat dan kebaikan dari Tuhan. Ketika Boas berbicara, ia tidak hanya mengucapkan kata-kata biasa, tetapi memberi doa dan harapan agar Tuhan menyertai pekerja-pekerja tersebut.

 

Bukan hanya apa yang kita lakukan yang penting, tetapi juga bagaimana kita membawa kehadiran Tuhan dalam interaksi kita dengan orang lain. Seperti Boas yang memberi berkat dengan kata-kata penuh kasih, kita juga diajak untuk membawa kehadiran Tuhan dalam setiap interaksi kita. Setiap kata, tindakan, dan sikap kita bisa menjadi sarana Tuhan untuk memberkati orang lain.

 

Setelah Boas mengucapkan berkat kepada para pekerjanya, mereka menjawab, “TUHAN kiranya memberkati tuan!” Ini adalah respons yang menunjukkan adanya saling memberi berkat. Boas memberi berkat melalui kata-katanya, dan para pekerja, dalam kerendahan hati, mengembalikan berkat tersebut kepada Boas. Ini menggambarkan siklus berkat yang saling mengalir antara satu dengan yang lain.

 

Berkat Tuhan tidak hanya terbatas pada kita, tetapi harus mengalir kepada orang lain. Ketika kita merasakan berkat Tuhan dalam hidup kita, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat itu bagi orang lain. Apa yang kita terima dari Tuhan harus kita bagikan dengan orang lain, baik dalam kata-kata yang membangun, tindakan yang baik, atau sikap yang penuh kasih. Ketika kita saling memberkati, kita menjadi bagian dari rencana Tuhan untuk menyebarkan kasih dan kebaikan-Nya ke dunia ini.

 

Boas tidak hanya memberi berkat dengan kata-kata, tetapi ia juga berharap agar Tuhan menyertai para pekerja. Ini menunjukkan bahwa berkat sejati datang dari penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan memberikan kekuatan, perlindungan, dan kedamaian yang tidak bisa kita peroleh dari kekuatan atau usaha kita sendiri. Berkat Tuhan bukan hanya tentang materi atau keberhasilan duniawi, tetapi tentang penyertaan-Nya yang mendalam dalam hidup kita.

 

Boas tidak hanya mengucapkan berkat sebagai formalitas, tetapi dengan ketulusan hati. Dalam konteks ini, berkat yang diberikan bukan sekadar ucapan kosong, tetapi doa yang mengandung harapan dan kasih yang tulus. Ini menunjukkan bahwa berkat yang kita berikan kepada orang lain haruslah datang dari hati yang tulus, bukan hanya untuk mencari perhatian atau untuk kepentingan pribadi.

 

Berkat yang sejati datang dari hati yang tulus dan penuh kasih. Ketika kita mengucapkan berkat atau memberi sesuatu kepada orang lain, itu harus berasal dari keinginan untuk memberkati mereka dengan sepenuh hati, tanpa mencari imbalan atau pujian. Ini mengajarkan kita untuk memberi dengan tulus, tanpa pamrih, sebagaimana Kristus memberi kepada kita.

 

Apa yang perlu direnungkan dari nas hari ini? Ada beberapa hal yang perlu direnungkan:

 

Pertama, kehadiran Tuhan dalam setiap interaksi. Dalam ayat ini, Boas, seorang pemilik ladang, menyapa pekerjanya dengan kata-kata yang penuh berkat, "TUHAN kiranya menyertai kamu." Kehadiran Boas di ladangnya bukan hanya sebagai majikan, tetapi ia membawa berkat Tuhan dalam interaksi sehari-hari. Sebagai seorang yang mengakui Tuhan sebagai sumber segala berkat, Boas ingin agar Tuhan turut menyertai para pekerjanya dalam segala hal yang mereka lakukan. Ini adalah contoh yang baik bagi kita dalam mengingatkan diri kita untuk tidak hanya berbicara tentang Tuhan dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam interaksi kita sehari-hari dengan orang lain.

 

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk membawa kehadiran Tuhan dalam setiap interaksi kita, apakah itu dalam pekerjaan, pelayanan, atau hubungan sosial. Kehadiran Tuhan tidak terbatas pada tempat-tempat ibadah saja, tetapi harus mempengaruhi setiap bagian hidup kita. Setiap kata yang kita ucapkan dan setiap tindakan yang kita lakukan bisa menjadi saluran berkat Tuhan untuk orang lain.

 

Kedua, menyertai dan memberkati. Boas mengucapkan berkat kepada pekerja-pekerjanya, dan mereka membalas dengan “TUHAN kiranya memberkati tuan!” Ini adalah contoh saling memberkati. Boas mengucapkan berkat, dan para pekerja membalas dengan berkat juga. Ini menunjukkan sikap saling menghormati dan saling menguatkan. Boas memberi contoh sikap yang mengarah pada kebaikan dan kesejahteraan bersama, di mana Tuhan menjadi pusat berkat dan keharmonisan dalam hubungan.

 

Ketiga, menyertai dengan Kasih Tuhan. Boas berkata, "TUHAN kiranya menyertai kamu." Kata “menyertai” di sini sangat penting, karena menunjukkan kehadiran Tuhan yang aktif. Boas tidak hanya menginginkan pekerjanya diberkati, tetapi ia juga menginginkan agar Tuhan yang Maha Kuasa berada bersama mereka dalam pekerjaan mereka. Dalam kehidupan kita, kita sangat membutuhkan penyertaan Tuhan, terutama dalam setiap aspek hidup kita yang memerlukan bimbingan dan kekuatan-Nya. Tuhan tidak hanya hadir, tetapi Dia menyertai kita dalam setiap langkah kita, memberikan kita kekuatan, perlindungan, dan hikmat.

 

Kehadiran Tuhan yang menyertai kita memberikan keyakinan dan kedamaian dalam menghadapi tantangan hidup. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan menyertai kita, kita merasa lebih kuat dan berani untuk menghadapi segala tantangan. Dalam pekerjaan, pelayanan, maupun hubungan, kita dapat mengandalkan Tuhan untuk memberikan hikmat dan jalan keluar.

 

Keempat, menunjukkan Kasih yang nyata dalam setiap Tindakan. Tindak lanjut dari pernyataan "TUHAN kiranya memberkati tuan" adalah hubungan yang penuh kasih dan rasa hormat antara Boas dan para pekerja. Tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan Boas yang memperlakukan pekerjanya dengan baik. Boas tidak hanya memberikan berkat dalam perkataan, tetapi juga menunjukkan kasih dan perhatian kepada mereka dalam tindakan nyata.

 

Kasih tidak hanya tentang berbicara atau mendoakan orang lain, tetapi lebih tentang mewujudkan kasih melalui tindakan nyata. Boas menunjukkan kasih Kristus yang penuh kasih dan perhatian, dan ini adalah teladan bagi kita. Kita juga diajak untuk menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain melalui tindakan nyata dalam pekerjaan, pelayanan, dan pergaulan kita. Ketika kita menunjukkan kasih melalui tindakan, kita menghidupi ajaran Kristus yang mengasihi tanpa batas.

 

Rut 2:4 mengajarkan kita bahwa setiap interaksi kita dengan orang lain—baik di tempat kerja, keluarga, atau gereja—harus dipenuhi dengan berkat dan kasih Tuhan. Boas memberi teladan yang baik dengan memberkati orang lain dan menginginkan penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kita juga dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain melalui kata-kata yang membangun, tindakan kasih, dan doa. Karena itu, kehadiran Tuhan yang menyertai kita adalah sumber kekuatan untuk melakukan ini, dan ketika kita mengandalkan-Nya, kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang. (rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar

Postingan Populer