Renungan hari ini: “HATI YANG BERBEDA, MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUHNYA” (Bilangan 14:24 - TB2)
“HATI YANG BERBEDA, MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUHNYA”
Bilangan 14:24 (TB2) “Tetapi, hamba-Ku Kaleb, karena mempunyai hati yang berbeda dan mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya”
Numbers 14:24 (NET) “Only my servant Caleb, because he had a different spirit and has followed me fully – I will bring him into the land where he had gone, and his descendants will possess it”
Nas hari ini bertemakan “HATI YANG BERBEDA, MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUHNYA.” Ada kalanya kita berada dalam situasi ketika suara mayoritas tidak sejalan dengan suara iman. Sepuluh pengintai melihat tanah Kanaan dan berkata bahwa bangsa Israel tidak mungkin masuk ke sana. Mereka melihat kota-kota yang berkubu, melihat orang-orang yang kuat dan merasa diri mereka seperti belalang di hadapan penduduk negeri itu. Ketakutan akhirnya menguasai bangsa Israel.
Tetapi ada dua orang yang melihat keadaan yang sama dengan cara yang berbeda: Yosua dan Kaleb. Mereka tidak menyangkal adanya kesulitan. Mereka tahu bahwa Kanaan memiliki tantangan. Tetapi mereka percaya bahwa besarnya tantangan tidak pernah lebih besar daripada besarnya Tuhan.
Di tengah ketakutan bangsa Israel, Tuhan memberikan kesaksian khusus tentang Kaleb:
“Hamba-Ku Kaleb, karena mempunyai hati yang berbeda dan mengikut Aku dengan sepenuhnya...” Kalimat ini menjadi inti renungan kita. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar. Tuhan melihat hati.
Dan dari kehidupan Kaleb kita belajar tiga hal penting.
Pertama, milikilah hati yang berbeda. Tuhan berkata, “...karena mempunyai hati yang berbeda...” Apa yang membuat hati Kaleb berbeda? Bukan karena Kaleb tidak melihat persoalan. Kaleb melihat hal yang sama dengan sepuluh pengintai lainnya. Ia melihat kota-kota yang berkubu. Ia melihat bangsa yang kuat. Ia mengetahui bahwa perjalanan menuju Kanaan tidak mudah. Tetapi Kaleb tidak membiarkan apa yang dilihat matanya mengalahkan apa yang dipercayainya tentang Tuhan. Sepuluh pengintai berkata, “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat daripada kita.” Tetapi Kaleb melihatnya dari perspektif iman. Hati yang berbeda bukan berarti hati yang keras kepala. Hati yang berbeda adalah hati yang berani percaya kepada Tuhan ketika keadaan mendorong kita untuk takut. Ada perbedaan antara: melihat masalah dengan mata manusia dan menghadapi masalah dengan iman kepada Tuhan. Kita pun menghadapi banyak “Kanaan” dalam kehidupan: persoalan keluarga, tantangan pelayanan, keterbatasan sumber daya, perubahan zaman, konflik dan perbedaan, tanggung jawab yang semakin besar, serta berbagai ketidakpastian masa depan. Kita tidak dipanggil untuk berpura-pura bahwa semua itu mudah. Tetapi kita dipanggil mempunyai hati yang berbeda. Ketika orang lain berkata, “Tidak mungkin,” iman berkata, “Mari kita melihat apa yang Tuhan kehendaki.” Ketika orang lain menyerah, iman berkata, “Kita masih memiliki Tuhan.” Ketika keadaan berubah, iman berkata, “Tuhan tetap setia.”
Kedua, mengikut Tuhan dengan sepenuhnya. Tuhan berkata tentang Kaleb, “...dan mengikut Aku dengan sepenuhnya...” Ini adalah salah satu kesaksian terbesar yang dapat diberikan Tuhan tentang seseorang. Kaleb tidak sekadar mengenal Tuhan. Ia mengikuti Tuhan. Dan ia tidak mengikut Tuhan setengah hati. Ia mengikut Tuhan dengan sepenuhnya. Mengikuti Tuhan dengan sepenuhnya berarti menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan, bukan hanya sebagai bagian dari kehidupan. Ada perbedaan antara: “Saya percaya kepada Tuhan ketika semuanya berjalan baik”dan “Saya tetap percaya kepada Tuhan ketika jalan yang saya tempuh penuh tantangan.” Kaleb menunjukkan bahwa iman sejati tidak ditentukan oleh situasi. Ketika sepuluh pengintai membawa berita yang menakutkan, Kaleb tetap berdiri dalam iman. Ketika bangsa Israel bersungut-sungut, Kaleb tetap percaya. Ketika mayoritas memilih mundur, Kaleb tidak kehilangan keyakinannya. Inilah kesetiaan. Mengikut Tuhan dengan sepenuhnya berarti: Ketika dipuji, tetap rendah hati. Ketika dikritik, tetap belajar. Ketika berhasil, tetap mengucap syukur. Ketika gagal, tetap bangkit. Ketika mendapat tanggung jawab, tetap setia. Ketika menghadapi kesulitan, tidak meninggalkan Tuhan.Dalam pelayanan gereja, kita membutuhkan banyak orang yang mempunyai hati seperti Kaleb. Bukan hanya orang yang mampu bekerja, tetapi orang yang setia. Bukan hanya orang yang mempunyai gagasan, tetapi orang yang mau berjalan bersama Tuhan. Bukan hanya orang yang berani memulai, tetapi orang yang mau bertahan sampai selesai. Sebab gereja tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan besar. Gereja membutuhkan orang-orang yang mempunyai hati yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan.
Ketiga, Tuhan memberi masa depan kepada orang yang setia. Tuhan berjanji: “...akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Perhatikan bahwa Tuhan tidak hanya berbicara tentang Kaleb. Tuhan juga berbicara tentang keturunannya. Kesetiaan seseorang kepada Tuhan dapat menjadi berkat bagi generasi berikutnya. Kaleb mungkin tidak melihat seluruh buah perjuangannya pada saat itu. Tetapi Tuhan sedang mempersiapkan masa depan melalui kesetiaannya. Ini mengajarkan sebuah prinsip penting: Kesetiaan hari ini dapat menjadi warisan iman bagi generasi esok. Apa yang kita lakukan hari ini dalam keluarga, gereja dan pelayanan mungkin tidak langsung terlihat hasilnya. Bilangan 14:24 memberikan penghiburan: Tuhan melihat kesetiaan. Tidak ada kesetiaan yang sia-sia di hadapan Tuhan. Doa yang kita panjatkan untuk anak-anak dan generasi muda. Pelayanan yang kita lakukan dengan tulus. Pengorbanan yang tidak diketahui banyak orang. Keputusan untuk tetap benar ketika kita sebenarnya bisa memilih jalan yang mudah. Semua itu berada dalam perhatian Tuhan. Karena itu, milikilah hati yang berbeda seperti Kaleb: hati yang percaya, hati yang berani, hati yang setia, dan hati yang sepenuhnya mengikut Tuhan. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar