Renungan hari ini: “TUHAN TIDAK AKAN MERENDAHKANMU LAGI” Nahum 1:12 - TB2)
“TUHAN TIDAK AKAN MERENDAHKANMU LAGI”
Nahum 1:12 (TB2) Beginilah firman TUHAN: "Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya, tetapi mereka akan dibabat habis dan binasa. Sekalipun Aku telah merendahkan engkau, Aku tidak akan merendahkan engkau lagi”
Nahum 1:12 (NET) This is what the Lord says: “Even though they are powerful – and what is more, even though their army is numerous – nevertheless, they will be destroyed and trickle away! Although I afflicted you, I will afflict you no more”
Nas hari ini membahas tema “TUHAN TIDAK AKAN MERENDAHKANMU LAGI” Ada masa ketika seseorang merasa hidupnya berada dalam tekanan yang tidak kunjung berakhir. Masalah datang bertubi-tubi, kekuatan terasa semakin berkurang, dan kita mulai bertanya: “Apakah keadaan ini akan berlangsung selamanya?”
Nahum 1:12 berbicara kepada umat Tuhan yang hidup di tengah ancaman kekuatan besar, yaitu Asyur dan kota Niniwe. Pada masa itu, Asyur merupakan kekuatan politik dan militer yang sangat dominan. Yehuda mengalami tekanan dan berada dalam situasi yang tidak mudah. Namun melalui Nabi Nahum, Tuhan menyampaikan berita: “Sekalipun Aku telah merendahkan engkau, Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.” Ini adalah firman pengharapan bahwa penindasan bukanlah akhir dari cerita umat Tuhan.
Ada beberapa poin penting untuk kita renungkan dari nas ini:
Pertama, Tuhan mengetahui ketika umat-Nya berada dalam tekanan. Ayat ini dimulai dengan: “Beginilah firman TUHAN...” Artinya, berita pengharapan ini berasal dari Tuhan sendiri. Umat mungkin merasa kecil di hadapan kekuatan Asyur. Mereka mungkin merasa tidak berdaya. Tetapi Tuhan mengetahui keadaan mereka. Kadang-kadang kita juga mengalami hal yang serupa. Kita mungkin tidak sedang menghadapi tentara atau kerajaan besar seperti Yehuda pada zaman Nahum. Tetapi kita dapat menghadapi tekanan dalam berbagai bentuk: persoalan keluarga, kesulitan ekonomi,konflik dalam pekerjaan, pergumulan pelayanan, ketidakadilan, kegagalan, kehilangan orang yang kita kasihi, atau pergumulan batin yang tidak mudah dijelaskan kepada orang lain. Ketika menghadapi semua itu, kita dapat merasa seolah-olah Tuhan diam. Tetapi Nahum mengingatkan: Diamnya Tuhan bukan berarti ketidakhadiran Tuhan. Tuhan mengetahui penderitaan umat-Nya dan pada waktu-Nya Ia bertindak.
Kedua, kekuatan manusia tidak menentukan akhir cerita. Tuhan berkata: “Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya...” Yang dimaksud adalah kekuatan musuh yang besar dan tampaknya tidak terkalahkan. Secara manusia, Asyur memiliki kekuatan militer dan politik yang jauh lebih besar daripada Yehuda. Karena itu, sangat mudah bagi umat Tuhan untuk merasa takut. Tetapi Tuhan menunjukkan bahwa jumlah dan kekuatan manusia bukan penentu terakhir sejarah. Apa yang kelihatan kuat di hadapan manusia tidak selalu kuat di hadapan Tuhan. Ada kalanya kita juga melihat masalah kita terlalu besar: “Utang saya terlalu banyak.” “Masalah keluarga saya terlalu berat.” “Orang yang melawan saya terlalu kuat.” “Keadaan sudah terlalu sulit.” Namun firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak hanya melihat seberapa besar masalah, tetapi juga melihat seberapa besar Allah yang kita percaya. Bukan berarti kita mengabaikan kenyataan. Kita tetap harus bertindak bijaksana, bekerja, berusaha, mencari pertolongan, dan menyelesaikan masalah. Tetapi kita tidak boleh kehilangan keyakinan bahwa Tuhan tetap berdaulat atas kehidupan kita.
Ketiga, Tuhan dapat mengakhiri apa yang tampaknya tidak berakhir. Firman Tuhan berkata: “...mereka akan dibabat habis dan binasa.” Nahum menyampaikan bahwa kekuasaan Asyur yang begitu besar tidak akan bertahan selamanya. Ini merupakan pengingat penting: Tidak ada kekuasaan manusia yang abadi. Tidak ada keadaan yang selamanya berada di atas. Tidak ada penderitaan yang harus kita anggap sebagai takdir tanpa akhir. Tidak ada kesombongan manusia yang dapat berdiri selamanya di hadapan Allah. Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan Asyur akhirnya runtuh. Niniwe jatuh pada akhir abad ke-7 SM, dan kekaisaran Asyur kehilangan dominasinya. Firman Tuhan kepada umat-Nya adalah bahwa Tuhan sanggup mengakhiri masa tekanan dan membuka jalan bagi pemulihan.
Nahum 1:12 membawa sebuah pesan sederhana tetapi kuat: Masa penindasan tidak selamanya. Kekuatan manusia tidak selamanya. Penderitaan tidak selamanya.
Tetapi Tuhan tetap setia. Mungkin hari ini kita sedang berada dalam masa yang sulit. Jangan menganggap keadaan sekarang sebagai akhir dari kehidupan. Tuhan berkata: “Sekalipun Aku telah merendahkan engkau, Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.” Kiranya firman ini menjadi penghiburan bagi kita. Karena itu, mari kita tidak hidup hanya berdasarkan apa yang kita lihat hari ini, tetapi berdasarkan kesetiaan Tuhan yang memegang hari esok. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar