Renungan hari ini: “MERDEKA UNTUK MENGASIHI DAN MELAYANI” (Galatia 5:13 - TB2)
“MERDEKA UNTUK MENGASIHI DAN MELAYANI”
Galatia 5:13 (TB2) “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Namun, janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih”
Galatians 5:13 (NET) “For you were called to freedom, brothers and sisters; only do not use your freedom as an opportunity to indulge your flesh, but through love serve one another”
Nas hari ini mengajak kita untuk “Merdeka untuk Mengasihi dan Melayani”. Kemerdekaan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Setiap manusia ingin bebas dari belenggu, tekanan, dan perbudakan. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa batas dan tanpa tanggung jawab.
Paulus sedang berbicara kepada jemaat di Galatia yang telah menerima kebebasan di dalam Kristus. Mereka tidak lagi dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, melainkan karena iman kepada Kristus. Tetapi Paulus memperingatkan bahwa kebebasan Kristen tidak boleh disalahgunakan menjadi alasan untuk hidup menurut keinginan daging. Paulus memberikan prinsip yang sangat jelas: “Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Ada tiga hal penting yang dapat kita renungkan.
Pertama, kita dipanggil untuk merdeka di dalam Kristus. Paulus berkata: “Kamu telah dipanggil untuk merdeka.”Kemerdekaan Kristen pertama-tama adalah kemerdekaan dari kuasa dosa. Kristus membebaskan manusia supaya tidak lagi menjadi hamba dosa dan hidup hanya mengikuti keinginan diri sendiri. Merdeka bukan berarti: “Saya bebas melakukan apa saja yang saya inginkan.” Tetapi: “Saya bebas melakukan apa yang benar dan berkenan kepada Tuhan.” Ini adalah perbedaan mendasar. Seseorang yang dahulu tidak mampu berkata “tidak” kepada dosa, di dalam Kristus menerima kebebasan untuk memilih kehidupan yang benar. Kemerdekaan yang kita terima di dalam Kristus bukanlah kesempatan untuk kembali kepada kehidupan lama. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk menjalani kehidupan baru.
Kedua, jangan menjadikan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk berdosa. Paulus memberikan peringatan:“Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.” Inilah salah satu bahaya terbesar dalam memahami kemerdekaan. Manusia dapat berpikir: “Saya sudah diampuni, jadi tidak masalah kalau saya berbuat dosa.” Atau: “Tuhan penuh kasih, pasti Tuhan mengerti.” Memang benar bahwa kasih karunia Tuhan memberikan pengampunan. Tetapi kasih karunia bukan izin untuk terus hidup dalam dosa.Kemerdekaan Kristen selalu memiliki tanggung jawab moral. Kita bebas, tetapi kebebasan itu harus digunakan dengan bijaksana. Kita bebas berbicara, tetapi tidak berarti bebas menyakiti orang lain. Kita bebas menggunakan harta, tetapi tidak berarti bebas menjadi serakah. Kita bebas menggunakan kekuasaan, tetapi tidak berarti bebas menindas. Kita bebas mengambil keputusan, tetapi keputusan itu tetap harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Dengan demikian, pertanyaan orang Kristen bukan hanya: “Apakah saya bebas melakukan ini?” Tetapi: “Apakah dengan melakukan ini saya sedang memuliakan Tuhan dan membangun kehidupan sesama?”
Ketiga, kemerdekaan sejati diwujudkan dalam kasih dan pelayanan. Inilah puncak pesan Paulus: “Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Ini sangat menarik. Paulus menghubungkan kemerdekaan dengan pelayanan.Menurut pemikiran manusia, orang merdeka adalah orang yang tidak perlu melayani siapa pun. Tetapi menurut Injil, orang yang benar-benar merdeka justru memiliki kebebasan untuk melayani orang lain dengan kasih. Mengapa? Karena kita tidak lagi hidup hanya untuk diri sendiri. Kristus telah membebaskan kita dari egoisme sehingga kita dapat memberikan diri bagi sesama. Melayani bukan berarti menjadi rendah atau kehilangan martabat. Sebaliknya, pelayanan adalah tanda bahwa kasih Kristus telah bekerja dalam diri kita. Pelayanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana:mendengarkan orang yang sedang mengalami kesulitan, menolong tanpa mengharapkan imbalan, mengampuni orang yang bersalah, menggunakan kemampuan untuk membangun sesama, memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan, dan melayani gereja dengan tulus. Kemerdekaan yang berpusat pada diri sendiri menghasilkan egoisme; kemerdekaan yang berpusat pada Kristus menghasilkan kasih dan pelayanan.
Galatia 5:13 mengubah cara kita memahami kemerdekaan. Merdeka bukan berarti hidup tanpa Tuhan. Merdeka bukan berarti hidup tanpa aturan. Merdeka bukan berarti hidup hanya untuk diri sendiri. Kemerdekaan di dalam Kristus berarti: Bebas dari dosa, untuk hidup dalam kekudusan. Bebas dari egoisme, untuk hidup dalam kasih. Bebas dari perbudakan diri, untuk melayani sesama. Karena itu, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: “Untuk apa Tuhan memerdekakan saya?” Jawabannya bukan supaya kita semakin berpusat pada diri sendiri, tetapi supaya hidup kita menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya setiap kemerdekaan yang Tuhan berikan—kemerdekaan hidup, kesempatan, kemampuan, waktu, harta, jabatan, dan talenta—kita gunakan untuk satu tujuan: “Melayani seorang akan yang lain oleh kasih.” (rsnh)
Selamat memulai karya dalam Minggu ini untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar