Renungan hari ini: “HIDUP YANG BERLIMPAH DI DALAM KRISTUS” (Yohanes 10:10 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“HIDUP YANG BERLIMPAH DI DALAM KRISTUS”



Yohanes 10:10 (TB2) ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah”

 

John 10:10 (NET) “The thief comes only to steal and kill and destroy; I have come so that they may have life, and may have it abundantly”

 

Nas hari ini mengajak kita untuk “HIDUP YANG BERLIMPAH DI DALAM KRISTUS” Setiap manusia tentu menginginkan kehidupan yang baik. Kita ingin memiliki keluarga yang harmonis, kesehatan yang baik, pekerjaan yang mencukupi, masa depan yang aman, dan hati yang damai. Namun kenyataannya, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Ada kehilangan, kegagalan, konflik, kekecewaan, penyakit, tekanan ekonomi, bahkan pergumulan batin yang dapat membuat seseorang merasa bahwa hidupnya semakin jauh dari apa yang diharapkan.

 

Di tengah keadaan seperti itu, Yesus menyampaikan sebuah berita yang sangat indah: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Yesus tidak datang untuk mengambil kehidupan kita. Ia datang untuk memberikan kehidupan.

 

Ada beberapa hal menjadi perenungan kita dari nas ini:

 

Pertama, ada yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Yesus memulai perkataan-Nya dengan sebuah kontras: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan.” Dalam konteks Yohanes 10, Yesus sedang berbicara mengenai hubungan antara gembala dan domba. Ia membandingkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik dengan mereka yang datang dengan tujuan yang tidak baik. “Pencuri” menggambarkan segala sesuatu yang merusak kehidupan dan menjauhkan manusia dari Allah. Pencurian itu dapat terjadi secara perlahan. Sukacita dicuri oleh kekhawatiran. Kedamaian dicuri oleh kebencian. Kejujuran dicuri oleh keserakahan. Kesetiaan dicuri oleh godaan.Pengharapan dicuri oleh keputusasaan. Bahkan iman dapat perlahan-lahan dicuri ketika kita terlalu lama hidup tanpa mendengarkan suara Tuhan. Karenanya, kita perlu waspada terhadap segala sesuatu yang tampaknya memberikan kesenangan sesaat tetapi pada akhirnya menghancurkan kehidupan. Tidak semua yang menawarkan “kebahagiaan” benar-benar memberikan kehidupan. Ada hal-hal yang kelihatannya menyenangkan, tetapi akhirnya membawa kehancuran.

 

Kedua, Yesus datang untuk memberikan hidup. Setelah berbicara tentang pencuri, Yesus berkata: “Aku datang...”Inilah pusat berita Injil. Yesus datang. Allah tidak membiarkan manusia berjalan sendirian dalam kegelapan. Ia datang kepada manusia melalui Yesus Kristus. Dan tujuan kedatangan-Nya sangat jelas: “Supaya mereka mempunyai hidup.”Dalam Injil Yohanes, “hidup” bukan hanya berarti keberadaan fisik atau umur yang panjang. Hidup yang diberikan Kristus adalah kehidupan yang berasal dari Allah—kehidupan yang dipulihkan dalam hubungan dengan-Nya. Karenanya, seseorang dapat memiliki banyak harta tetapi tidak memiliki kehidupan yang sejati. Seseorang dapat memiliki jabatan tetapi kehilangan damai sejahtera. Seseorang dapat memiliki keberhasilan tetapi hatinya kosong. Sebaliknya, orang yang hidup di dalam Kristus dapat tetap memiliki pergumulan, tetapi mempunyai pengharapan karena ia tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Kristus tidak menjanjikan kehidupan tanpa masalah; Kristus menjanjikan kehidupan yang memiliki makna, pengharapan, dan tujuan di tengah masalah.

 

Ketiga, hidup berlimpah bukan berarti hidup tanpa masalah. Yesus berkata: “...dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Apa yang dimaksud dengan hidup yang berlimpah? Hidup berlimpah bukan berarti setiap orang percaya pasti menjadi kaya, tidak pernah sakit, tidak pernah gagal, dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika “hidup berlimpah” hanya diukur dengan kekayaan dan kenyamanan, maka banyak orang kaya seharusnya menjadi manusia paling bahagia. Kenyataannya tidak demikian. Hidup berlimpah berarti kehidupan yang dipenuhi oleh kehadiran, kasih karunia, damai sejahtera, pengharapan, dan tujuan dari Allah.

 

Keempat, hidup berlimpah berasal dari hubungan dengan Sang Gembala. Dalam Yohanes 10, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Domba membutuhkan gembala karena domba mudah tersesat dan tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri. Gambaran ini sangat tepat untuk kehidupan manusia. Karenanya, kita membutuhkan Gembala. Yesus berkata bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya. Ini berarti kehidupan yang berlimpah dimulai ketika kita belajar mendengar suara Kristus dan mengikuti-Nya.

 

Kelima, Kristus memulihkan kehidupan yang telah rusak. Ada orang yang mungkin merasa bahwa hidupnya sudah terlalu jauh untuk dipulihkan. “Sudah terlambat.”“Saya sudah terlalu banyak melakukan kesalahan.”“Keluarga saya sudah terlalu rusak.” “Saya sudah gagal berkali-kali.” Tetapi Yohanes 10:10 memberikan pengharapan: Kristus datang untuk memberikan hidup. Pemulihan Tuhan tidak selalu berarti keadaan langsung berubah sesuai keinginan kita. Tetapi Tuhan mengubah kita sehingga kita mampu menghadapi keadaan dengan iman yang baru. Kadang-kadang Tuhan mengubah keadaan. Kadang-kadang Tuhan mengubah hati kita terlebih dahulu. Dan melalui keduanya, kita belajar bahwa kehidupan kita tidak ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh hubungan kita dengan Kristus.

 

Keenam, pidup berlimpah harus dibagikan Hidup yang diberikan Kristus bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Orang yang telah menerima kehidupan dari Kristus dipanggil menjadi pembawa kehidupan bagi orang lain. Di dalam keluarga, kita dipanggil membawa kasih. Di tempat kerja, kita membawa kejujuran. Di tengah konflik, kita membawa perdamaian.Di tengah penderitaan, kita membawa penghiburan. Di tengah keputusasaan, kita membawa pengharapan. Di tengah ketidakadilan, kita berdiri bagi kebenaran. Dengan demikian, kehidupan yang berlimpah dari Kristus menjadi nyata melalui kehidupan kita. Kita sejati. Karena itu, tidak hanya menerima kehidupan dari Kristus; kita dipanggil untuk menjadi saluran kehidupan bagi sesama. Dan mari percaya bahwa sekalipun hidup kita tidak selalu mudah, bersama Kristus kita memiliki pengharapan, damai sejahtera, tujuan, dan kehidupan yang Kristus datang bukan untuk menghancurkan kehidupan kita, tetapi untuk memulihkan, memenuhi, dan mengarahkannya kepada kehidupan yang sejati bersama Allah(rsnh)

 

Selamat berkarya untuk TUHAN

Komentar