Renungan hari ini: “BUKAN DENGAN KEKUATAN KITA, MELAINKAN DENGAN ROH TUHAN” (Zakharia 4:6 - TB2)

 Renungan hari ini:

 

“BUKAN DENGAN KEKUATAN KITA, MELAINKAN DENGAN ROH TUHAN”


 

Zakharia 4:6 (TB2) Ia menjawab lagi, katanya kepadaku, "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel, bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam”

 

Zechariah 4:6 (NET) Therefore he told me, “These signify the word of the Lord to Zerubbabel: ‘Not by strength and not by power, but by my Spirit,’ says the Lord who rules over all.”

 

Nas hari ini mengajak kita bahwa hidup ini “Bukan dengan Kekuatan Kita, Melainkan dengan Roh Tuhan”. Dalam kehidupan, kita sering mengukur keberhasilan berdasarkan kekuatan yang kita miliki: kemampuan, jabatan, sumber daya, pengalaman, jumlah orang yang mendukung, teknologi, dan kekuasaan. Logika manusia berkata: semakin besar kekuatan yang kita miliki, semakin besar kemungkinan kita berhasil.

 

Namun firman Tuhan kepada Zerubabel memberikan perspektif yang berbeda: “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku.” Pesan ini diberikan kepada Zerubabel dalam konteks pembangunan kembali Bait Allah setelah umat Israel mengalami pembuangan. Tugas yang dihadapi bukanlah pekerjaan yang ringan. Ada keterbatasan, tantangan, dan berbagai hambatan. Tuhan mengingatkan bahwa pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka tidak akan terlaksana hanya karena kekuatan manusia. Demikian pula dalam kehidupan kita: ada pekerjaan yang memang harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi keberhasilan akhir tetap bergantung pada pertolongan dan karya Roh Tuhan.

 

Dari nas hari ini kita belajar beberapa hal untuk direnungkan dan lakukan:

 

Pertama, jangan mengandalkan keperkasaan manusia. Tuhan berkata, “Bukan dengan keperkasaan...”Keperkasaan menunjuk pada kekuatan besar yang secara manusiawi dapat diandalkan: kekuasaan, pengaruh, kedudukan, jumlah, atau kemampuan untuk mengendalikan keadaan. Zerubabel adalah seorang pemimpin. Ia memiliki tanggung jawab besar dalam proses pembangunan kembali. Tetapi Tuhan mengingatkannya bahwa jabatan dan pengaruh manusia bukanlah dasar utama bagi pekerjaan Tuhan. Ini juga menjadi peringatan bagi kita. Jabatan penting, tetapi jabatan bukan sumber kuasa yang utama. Pengalaman penting, tetapi pengalaman bukan jaminan keberhasilan. Jaringan dan sumber daya penting, tetapi semuanya tetap terbatas. Jangan sampai kita berpikir, “Kalau saya mempunyai posisi yang kuat, semuanya pasti dapat diselesaikan.” Tidak demikian. Kita membutuhkan Tuhan. Sebab ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuasaan. Ada hati manusia yang tidak dapat diubah hanya dengan perintah. Ada pelayanan yang tidak dapat bertumbuh hanya dengan strategi. Ada perubahan kehidupan yang hanya dapat terjadi ketika Roh Tuhan bekerja.

 

Kedua, bekerjalah dengan kekuatan yang Tuhan berikan. Firman Tuhan selanjutnya mengatakan, “Bukan dengan ... kekuatan...” Ayat ini bukan berarti manusia tidak perlu bekerja atau menggunakan kemampuan yang dimilikinya. Justru Zerubabel dan umat Israel tetap harus membangun. Mereka harus merencanakan, bekerja, mengorganisasi, menyediakan bahan, dan menyelesaikan tugas yang ada di depan mereka. Yang ditolak oleh firman Tuhan adalah ketergantungan kepada kekuatan manusia sebagai sumber utama keberhasilan. Ada perbedaan antara, “Saya bekerja karena saya mampu.” Dan “Saya bekerja dengan kemampuan yang Tuhan berikan, sambil bergantung kepada Tuhan.” Yang kedua adalah sikap iman. Kita tidak boleh menggunakan ayat ini sebagai alasan untuk malas, pasif, atau tidak membuat perencanaan. Kita tetap harus belajar, bekerja, meningkatkan kualitas, menggunakan teknologi. Kita tetap harus membangun organisasi dan sistem yang baik. Tetapi semuanya dilakukan dengan kesadaran bahwa kemampuan manusia adalah alat, bukan Tuhan.

 

Ketiga “Melainkan dengan Roh-Ku” — Roh Tuhanlah Sumber Kekuatan. Inilah pusat pesan Zakharia 4:6, “Melainkan dengan roh-Ku.” Tuhan tidak berkata bahwa Zerubabel harus melakukan pekerjaan itu sendirian. Tuhan menjanjikan bahwa Roh-Nya menyertai dan memampukan. Roh Tuhan memberikan sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh kekuatan manusia: keberanian ketika kita takut, hikmat ketika kita tidak tahu harus mengambil keputusan,ketekunan ketika kita ingin menyerah, pengharapan ketika keadaan tampak tidak berubah, dan kekuatan untuk tetap setia ketika hasil belum terlihat. Kehidupan iman bukan sekadar bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan?” Tetapi, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki saya lakukan, dan mampukan saya melalui Roh-Mu?” Pertanyaan ini mengubah orientasi kehidupan kita. Kita tidak lagi mengandalkan diri sendiri, tetapi membuka diri kepada karya Tuhan.

 

Zakharia 4:6 mengingatkan kita bahwa tidak semua perkara besar dapat diselesaikan dengan kekuatan manusia. Ada saat ketika kemampuan kita terbatas. Ada saat ketika sumber daya tidak mencukupi. Ada saat ketika jalan terasa tertutup. Ada saat ketika kita bertanya, “Bagaimana mungkin pekerjaan ini dapat diselesaikan?” Pada saat itulah Tuhan berkata, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku.” Maka jangan takut menghadapi tugas yang besar. Jangan menyerah karena merasa kemampuan kita kecil. Jangan pula menjadi sombong ketika kita memiliki kemampuan yang besar. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan, tetapi andalkan Roh Tuhan. Sebab keberhasilan sejati bukanlah ketika kita dapat berkata, “Lihatlah betapa hebatnya saya.” Melainkan ketika kita dapat berkata, “Lihatlah betapa besar pekerjaan Tuhan melalui kehidupan kami.” Karena itu, kiranya dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, kepemimpinan, dan seluruh kehidupan kita, kita terus memegang firman ini, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” (rsnh)

 

Selamat berakhir pekan dan besok kita beribadah kepada TUHAN

Komentar