Renungan hari ini: “BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOALAH” (Markus 14:38 - TB)
“BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOALAH”
Markus 14:38 (TB) “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah"
Mark 14:38 (NET) “Stay awake and pray that you will not fall into temptation. The spirit is willing, but the flesh is weak”
Nas hari ini mengajak kita untuk “Berjaga-jagalah dan Berdoalah.” Setiap orang percaya menghadapi pencobaan. Tidak seorang pun kebal terhadap godaan. Bahkan orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan pun dapat jatuh ketika lengah. Perkataan Yesus dalam Markus 14:38 disampaikan pada saat yang sangat menentukan. Yesus berada di Taman Getsemani menjelang penangkapan dan penderitaan-Nya. Ia mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk berjaga-jaga bersama-Nya. Namun para murid justru tertidur.
Dalam situasi itu Yesus berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah.” Perintah ini bukan sekadar ajakan untuk tidak tidur secara fisik. Yesus sedang mengingatkan para murid agar mereka memiliki kewaspadaan rohani dan kehidupan doa yang sungguh-sungguh.
Ada beberapa hal yang kita pelajari dari nas hari ini:
Pertama, berjaga-jagalah karena pencobaan itu nyata. Yesus berkata: “Berjaga-jagalah...” Berjaga berarti waspada, sadar, dan tidak lengah. Pencobaan sering kali tidak datang dalam bentuk sesuatu yang kelihatannya sangat berbahaya. Kadang-kadang pencobaan datang melalui hal-hal kecil: kompromi terhadap kebenaran, kemarahan yang tidak dikendalikan, keinginan untuk membalas, keserakahan, kesombongan, atau kebiasaan yang perlahan-lahan menjauhkan kita dari Tuhan. Orang yang tidak berjaga akan mudah berkata: “Saya tidak mungkin jatuh.” Tetapi justru keyakinan seperti itu dapat membuat seseorang lengah. Petrus sebelumnya merasa sangat yakin bahwa dirinya tidak akan menyangkal Yesus. Namun tidak lama kemudian, ia tiga kali menyangkal Tuhan. Karenanya, kehidupan iman membutuhkan kewaspadaan. Jangan merasa terlalu kuat untuk jatuh. Jangan merasa terlalu dekat dengan Tuhan sehingga tidak perlu berjaga-jaga. Setiap hari kita membutuhkan pertolongan Tuhan.
Kedua, berdoalah karena kekuatan manusia terbatas. Yesus tidak hanya berkata, “Berjaga-jagalah,” tetapi juga:“...dan berdoalah.” Berjaga tanpa berdoa dapat membuat kita hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri. Sebaliknya, doa membuat kita menyadari bahwa kekuatan kita berasal dari Tuhan. Doa bukan tanda bahwa kita lemah sebagai orang percaya. Justru doa adalah pengakuan bahwa kita membutuhkan Allah. Ketika kita berdoa, kita berkata: “Tuhan, saya tidak sanggup menghadapi semuanya dengan kekuatan saya sendiri.” “Tuhan, jagalah hati saya.” “Tuhan, berikan saya kekuatan untuk berkata tidak terhadap pencobaan.” “Tuhan, jangan biarkan saya menjauh dari-Mu.” Orang yang berdoa bukan berarti tidak akan menghadapi pencobaan. Tetapi melalui doa, ia menerima kekuatan untuk menghadapinya bersama Tuhan.
Ketiga, Roh memang penurut, tetapi daging lemah. Yesus berkata: “Roh memang penurut, tetapi daging lemah.”Ini adalah gambaran yang sangat realistis tentang kehidupan manusia. Kita dapat memiliki niat yang baik, tetapi niat baik saja tidak cukup. Kita mungkin berkata: “Saya ingin setia kepada Tuhan.” “Saya ingin mengampuni.” “Saya ingin berhenti melakukan dosa itu.” “Saya ingin hidup benar.” Tetapi kemudian kita kembali jatuh. Mengapa? Karena manusia memiliki kelemahan. Para murid mengasihi Yesus. Mereka sungguh-sungguh ingin setia kepada-Nya. Tetapi ketika tekanan datang, mereka melarikan diri. Yesus tidak sedang merendahkan mereka. Ia sedang mengingatkan mereka untuk mengenali keterbatasan diri. Kesadaran akan kelemahan bukan alasan untuk menyerah; kesadaran akan kelemahan adalah alasan untuk semakin bergantung kepada Tuhan.
Keempat, jangan hanya mengandalkan niat baik. Ada perbedaan antara ingin melakukan yang benar dan memiliki kekuatan untuk melakukannya. Kita sering berpikir bahwa kalau niat kita sudah baik, semuanya akan berjalan dengan baik. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa kita membutuhkan lebih daripada sekadar niat. Kita membutuhkan kewaspadaan dan doa. Karenanya, jangan hanya berkata: “Saya akan kuat.” Tetapi katakan: “Tuhan, kuatkan saya.” Jangan hanya berkata: “Saya tidak akan jatuh.” Tetapi katakan: “Tuhan, jagalah saya supaya tidak jatuh.” Jangan hanya mengandalkan pengalaman iman masa lalu. Setiap hari kita membutuhkan Tuhan.
Kelima, berjaga dan berdoa adalah gaya hidup seorang murid Kristus. Perintah Yesus bukan hanya berlaku bagi para murid di Getsemani. Ini juga merupakan panggilan bagi gereja dan setiap orang percaya pada zaman sekarang. Kita hidup di tengah dunia yang menawarkan banyak godaan. Ada godaan materialisme, popularitas, kekuasaan, kesenangan, kebencian, ketidakjujuran, dan berbagai bentuk kompromi iman. Karenanya, kehidupan Kristen tidak boleh dijalani dengan sikap sembarangan. Kita perlu: Berjaga atas pikiran kita. Apa yang kita izinkan masuk ke dalam pikiran?Berjaga atas perkataan kita. Apakah perkataan kita membangun atau melukai? Berjaga atas hati kita. Apakah ada kepahitan, iri hati, kesombongan, atau kebencian? Berjaga atas tindakan kita. Apakah keputusan kita menyenangkan hati Tuhan? Dan dalam semuanya itu: Berdoalah. Sebab berjaga tanpa Tuhan akan berubah menjadi kecemasan. Tetapi berjaga sambil berdoa menghasilkan kewaspadaan yang disertai iman.
Markus 14:38 mengingatkan kita bahwa kehidupan iman adalah sebuah perjuangan. Kita memiliki roh yang mau taat, tetapi kita juga memiliki kelemahan manusiawi. Karena itu, kita tidak boleh sombong terhadap kekuatan diri sendiri. Yesus memberikan dua kata penting: BERJAGA-JAGALAH. Jangan lengah terhadap pencobaan. BERDOALAH.
Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pencobaan. Mungkin kita sedang bergumul dengan kelemahan tertentu. Karena itu, jangan menyerah dan jangan berpikir bahwa kita harus menghadapinya sendirian. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN



Komentar
Posting Komentar